Iran-AS Saling Klaim Menang Perang Usai Gencatan Senjata 2 Pekan

Iran-AS Saling Klaim Menang Perang Usai Gencatan Senjata 2 Pekan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 06:01 WIB
Trump bersikeras serangan AS hancurkan total situs nuklir Iran. Ia menepis laporan intelijen yang menyebut dampaknya hanya bersifat sementara.
Ilustrasi Iran dan Donald Trump. (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat gencatan senjata selama dua pekan usai berperang sebulan lebih di Timur Tengah. Pascakesepakatan gencatan senjata, AS dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan perang yang merenggut nyawa warga sipil.

Presiden AS Donald Trump diketahui menangguhkan serangan ke Iran selama 2 minggu, syaratnya, Iran harus membuka Selat Hormuz. Iran pun setuju membuka Selat Hormuz selama 2 minggu selama gencatan senjata.

Iran Klaim Kemenangan Perang

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Keamanan Tertinggi Iran merespons usai AS Donald Trump menangguhkan serangan selama 2 minggu ke Iran. Dewan Keamanan mengklaim Iran telah menang melawan AS dan Israel.

Dilansir CNN dan Al Jazeera berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Rabu (8/4), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana 10 poinnya.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, AS pada prinsipnya telah setuju untuk mencabut semua sanksi primer dan sekunder terhadap Iran dan menarik pasukan tempur AS dari semua pangkalan di kawasan tersebut, kata dewan tersebut.

AS juga disebut telah setuju untuk menerima pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz, menurut dewan tersebut. Pengoperasian terkontrol melalui jalur air tersebut akan dilakukan "dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran," tambahnya.

Selanjutnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengimbau warganya menjaga persatuan dan melanjutkan perayaan kemenangan.

"Penting untuk menjaga persatuan nasional sepenuhnya selama periode ini dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat," kata Dewan Keamanan Iran.

Iran menyebut negosiasi pihaknya dengan AS akan dimulai di Islamabad. Iran, katanya, akan meluangkan waktu untuk negosiasi ini.

Demonstrators protest against military action in Iran after U.S. President Donald Trump said that he had agreed to a two-week ceasefire with Iran, less than two hours before his deadline for Tehran to reopen the Strait of Hormuz or face widespread attacks on its civilian infrastructure, outside the White House in Washington, D.C., U.S., April 7, 2026. REUTERS/Nathan HowardPara demonstran memprotes aksi militer di Iran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipilnya, di luar Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 7 April 2026. (REUTERS/Nathan Howard)

"Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk negosiasi ini. Waktu ini dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak," ujarnya.

Iran pun menyatakan bersiaga terhadap AS. Iran mengaku siap membalas dengan kekuatan penuh bila musuh melakukan kesalahan sekecil apapun.

"Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh," katanya.

Trump Klaim Gencatan Senjata Jadi Kemenangan

Donald Trump turut mengklaim AS telah meraih "kemenangan total dan penuh" setelah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Trump meyakini gencatan senjata itu akan berujung pada kesepakatan jangka panjang antara AS dan Iran, saat perundingan berlanjut pekan ini.

Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4), tampak optimis soal gencatan senjata dengan Iran, yang diumumkannya menjelang berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS itu untuk serangan besar-besaran terhadap Teheran.

Dalam wawancara khusus via telepon dengan AFP usai pengumuman itu, Trump juga melontarkan keyakinannya soal China telah membujuk Iran untuk bernegosiasi dan mengatakan bahwa uranium yang diperkaya milik Teheran akan "ditangani secara sempurna".

"Kemenangan total dan sepenuhnya. 100 persen. Tidak ada keraguan tentang hal itu," kata Trump dalam wawancara singkat dengan AFP, ketika ditanya apakah dia mengklaim kemenangan dengan gencatan senjata tersebut.

Dengan ketidakpastian mengenai pengaturan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas minyak khususnya, Trump bersikeras mengatakan ada kerangka kerja yang kuat untuk kesepakatan jangka panjang.

"Kita memiliki transaksi 15 poin, yang sebagian besar telah disepakati. Kita lihat saja apa yang terjadi. Kita lihat apakah kesepakatan itu akan tercapai," ucapnya.

Trump, dalam pernyataannya, menyebut proposal 10 poin yang diajukan Iran bisa menjadi dasar negosiasi lebih lanjut dan "dapat dilaksanakan".

Namun Trump tidak menjawab secara tegas saat ditanya apakah dia akan kembali pada ancamannya untuk menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan sipil Iran, jika negosiasi lanjutan gagal mewujudkan kesepakatan.

"Anda harus melihatnya sendiri," kata Trump kepada AFP.

Simak Video 'Iran-AS Gencatan Senjata, Dunia Lega Selat Hormuz Dibuka':

Halaman 2 dari 3
(rfs/rfs)


Berita Terkait