Pakistan dan Afghanistan telah sepakat untuk menghindari eskalasi dalam konflik bersenjata mereka, selama pembicaraan yang diselenggarakan oleh China dalam beberapa hari terakhir. Beijing mengungkap kedua negara tersebut sepakat mewujudkan hubungan bilateral kembali.
Dilansir AFP, Rabu (8/4/2026), negara-negara tetangga dan mantan sekutu ini telah terlibat dalam konfrontasi kekerasan atas klaim dari Islamabad bahwa Afghanistan melindungi militan yang bertanggung jawab atas serangan lintas batas, yang dibantah oleh pemerintah Taliban.
Permusuhan meningkat tajam pada akhir Februari, ketika serangan udara Pakistan diikuti oleh serangan darat Afghanistan, dengan Islamabad menyatakan "perang terbuka".
Pada 16 Maret, serangan Pakistan terhadap sebuah rumah sakit di Kabul menewaskan ratusan warga sipil, memicu kecaman internasional dan memperbarui seruan untuk pembicaraan guna mengakhiri konflik.
"Perwakilan dari China, Afghanistan, dan Pakistan mengadakan pertemuan informal selama seminggu di Urumqi, Xinjiang, dari 1 hingga 7 April," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.
Ketiga delegasi tersebut "terlibat dalam diskusi yang jujur dan pragmatis dalam suasana positif," katanya pada konferensi pers reguler di Beijing.
(rfs/idn)