China Sebut Afghanistan dan Pakistan Sepakat Redam Konflik

China Sebut Afghanistan dan Pakistan Sepakat Redam Konflik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 08 Apr 2026 19:45 WIB
Chinas foreign ministry spokesperson Mao Ning attends a press conference in Beijing, China July 26, 2023. REUTERS/Tingshu Wang/File photo Acquire Licensing Rights
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. (REUTERS/Tingshu Wang/File photo Acquire Licensing Rights)
Jakarta -

Pakistan dan Afghanistan telah sepakat untuk menghindari eskalasi dalam konflik bersenjata mereka, selama pembicaraan yang diselenggarakan oleh China dalam beberapa hari terakhir. Beijing mengungkap kedua negara tersebut sepakat mewujudkan hubungan bilateral kembali.

Dilansir AFP, Rabu (8/4/2026), negara-negara tetangga dan mantan sekutu ini telah terlibat dalam konfrontasi kekerasan atas klaim dari Islamabad bahwa Afghanistan melindungi militan yang bertanggung jawab atas serangan lintas batas, yang dibantah oleh pemerintah Taliban.

Permusuhan meningkat tajam pada akhir Februari, ketika serangan udara Pakistan diikuti oleh serangan darat Afghanistan, dengan Islamabad menyatakan "perang terbuka".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 16 Maret, serangan Pakistan terhadap sebuah rumah sakit di Kabul menewaskan ratusan warga sipil, memicu kecaman internasional dan memperbarui seruan untuk pembicaraan guna mengakhiri konflik.

"Perwakilan dari China, Afghanistan, dan Pakistan mengadakan pertemuan informal selama seminggu di Urumqi, Xinjiang, dari 1 hingga 7 April," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.

Ketiga delegasi tersebut "terlibat dalam diskusi yang jujur dan pragmatis dalam suasana positif," katanya pada konferensi pers reguler di Beijing.

Menurut juru bicara tersebut, Afghanistan dan Pakistan menyatakan "komitmen mereka untuk menyelesaikan perbedaan mereka sesegera mungkin dan mewujudkan kembalinya hubungan bilateral yang normal, dengan sepakat untuk tidak mengambil tindakan apa pun yang akan meningkatkan atau memperumit situasi".

Para diplomat dari Pakistan dan Afghanistan telah melaporkan pembicaraan yang diselenggarakan China pekan lalu, tetapi Beijing belum mengkonfirmasinya.

Gencatan senjata yang diterapkan selama liburan Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan, berakhir pada 24 Maret. Perbatasan darat antara Pakistan dan Afghanistan hampir sepenuhnya ditutup selama pertempuran, yang mengakibatkan konsekuensi ekonomi yang signifikan.

Lihat juga Video Pakistan Klaim Hantam 22 Target Militer Afghanistan, 274 Pejabat Taliban Tewas

Halaman 2 dari 2
(rfs/idn)


Berita Terkait