Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu telah disepakati dengan Iran. Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menginstruksikan semua unit militer negaranya untuk berhenti menyerang setelah gencatan senjata disepakati dengan AS.
Trump menyatakan Washington bersedia menangguhkan serangan terhadap Iran, dengan syarat Teheran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, Mojtaba memperingatkan bahwa gencatan senjata "bukanlah akhir dari perang", setelah memerintahkan militer Iran menghentikan tembakan.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (8/4/2026):
- Trump Setuju Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran, Ini Alasannya
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu telah disepakati dengan Iran. Trump menyatakan Washington bersedia menangguhkan serangan terhadap Iran, dengan syarat Teheran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Trump juga menyebut AS telah mencapai semua tujuan militernya dalam operasi terhadap Iran, yang berlangsung sejak 28 Februari lalu, sebagai salah satu alasan dari keputusannya ini.
Pengumuman soal gencatan senjata itu, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), disampaikan Trump via akun Truth Social miliknya pada Selasa (7/4) malam waktu AS, hanya beberapa jam sebelum serangan besar-besaran yang direncanakan Washington terhadap Teheran.
- AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Minggu, Israel Bilang Gini
Israel menanggapi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat (AS), sekutu dekatnya, dan Iran. Kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungan untuk keputusan Presiden AS Donald Trump menangguhkan pengeboman terhadap Iran selama gencatan senjata.
Penangguhan pengeboman AS terhadap Iran itu merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata jika Teheran membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan penting untuk pasokan minyak dan gas global yang terdampak perang.
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan," demikian pernyataan kantor Netanyahu, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).
(nvc/nvc)