Israel Laporkan 7.142 Orang Terluka Sejak Perang Iran Berkecamuk

Israel Laporkan 7.142 Orang Terluka Sejak Perang Iran Berkecamuk

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Apr 2026 17:26 WIB
Serangan rudal Iran menghantam pinggiran Tel Aviv, Israel (dok. Getty Images/Alexi J. Rosenfeld)
Serangan rudal Iran menghantam pinggiran Tel Aviv, Israel (dok. Getty Images/Alexi J. Rosenfeld)
Tel Aviv -

Otoritas Israel merilis data terbaru yang menyebut lebih dari 7.100 orang mengalami luka-luka sejak dimulainya perang melawan Iran pada akhir Februari lalu. Data yang dirilis Israel ini tidak menyebutkan jumlah korban tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran.

Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (7/4/2026), Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa sedikitnya 7.142 orang terluka sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari, ketika Tel Aviv dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan skala besar terhadap Teheran.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya pada Senin (6/4), Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa 107 korban luka di antaranya tercatat dalam 24 jam terakhir.

Sebanyak 114 korban luka, sebut Kementerian Kesehatan Israel, masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit, dengan dua orang dalam kondisi kritis dan 14 orang mengalami luka serius.

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Israel tidak menyebutkan berapa banyak korban tewas akibat serangan-serangan Iran. Namun Institut Studi Keamanan Nasional di Israel melaporkan bahwa sedikitnya 31 orang tewas sejak perang melawan Iran dimulai pada akhir Februari.

Ketegangan regional di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas di Iran akibat rentetan serangan AS-Israel.

Selain menyerang Iran, militer Israel juga terlibat pertempuran dengan kelompok Hizbullah yang bermarkas di Lebanon sejak awal Maret, meskipun gencatan senjata antara kedua pihak berlaku sejak November 2024.

Tel Aviv melancarkan serangan udara dan operasi darat ke Lebanon, setelah Hizbullah, yang didukung Iran, melancarkan serangan roket terhadap Israel. Hizbullah mengatakan serangannya merespons kematian Khamenei.

Militer Israel, dalam pernyataannya, melaporkan bahwa sedikitnya 11 tentara tewas dalam pertempuran di Lebanon bagian selatan. Sementara otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 1.461 orang tewas dan 4.430 orang lainnya luka-luka akibat rentetan serangan Israel.

Lihat juga Video Horor Hulu Ledak Iran Masih Tertanam di Haifa, Bisa Meledak Kapan Saja

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait