Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa AS telah mengirimkan banyak senjata dalam upaya mempersenjatai para demonstran Iran. Namun, upaya itu gagal karena persenjataan yang dikirimkan Washington diambil oleh kelompok tertentu dan tidak sampai ke tangan demonstran Iran.
Pengakuan itu, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Selasa (7/4/2026), disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan dalam acara Paskah di Gedung Putih pada Senin (6/4) waktu setempat.
Trump mengatakan bahwa persenjataan tersebut dimaksudkan untuk membantu para demonstran antipemerintah untuk melawan otoritas Teheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mengirimkan senjata, banyak senjata, senjata-senjata itu seharusnya diberikan kepada rakyat agar mereka dapat melawan para preman ini," ucap Trump dalam pernyataannya.
"Tahukah Anda apa yang terjadi? Orang-orang yang menerima senjata itu menyimpannya," ungkapnya.
"Jadi, saya sangat kecewa dengan kelompok orang tertentu, dan mereka akan membayar mahal untuk hal itu," kata Trump, tanpa menyebut soal kelompok mana yang dituduhnya mengambil senjata pasokan AS tersebut.
Namun, pada Minggu (5/4), laporan seorang reporter Fox News menyebut Trump menyalahkan perantara Kurdi karena telah mengambil senjata-senjata yang ditujukan untuk para pembangkang Iran.
Sementara itu, Trump dalam salah satu pernyataannya kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, juga mengatakan bahwa AS memiliki "banyak penyadapan" dari warga sipil Iran, yang diklaimnya mendesak AS untuk tidak berhenti dalam upaya menggulingkan pemerintah dari kekuasaan. Dia menyampaikan klaim ini tanpa bukti jelas.
"Mereka (warga sipil Iran-red) rela menderita demi kebebasan," klaim Trump.
Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Semalam
Trump, sebelumnya dalam konferensi pers di Gedung Putih, mengatakan bahwa Iran dapat dihancurkan dalam semalam, ketika dia memperingatkan Teheran untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata paling lambat pada Selasa (7/4) malam, atau menghadapi pengeboman AS yang lebih luas.
"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam semalam. Dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers pada Senin (6/4) waktu setempat.
"Saya harap saya tidak perlu melakukannya," imbuh Presiden AS itu.
Trump memberlakukan tenggat waktu pada Selasa (7/4) malam waktu AS bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya. Dia menuntut Teheran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.
Tonton juga video "Trump Percaya Tindakan AS di Iran Didukung Tuhan"











































