Kirim Bantuan ke Gaza, 20 Kapal Prancis Gabung Global Sumud Flotilla

Kirim Bantuan ke Gaza, 20 Kapal Prancis Gabung Global Sumud Flotilla

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 05 Apr 2026 07:45 WIB
Activists gather in lEstaque, part of Marseilles harbour, southern France, on April 4, 2026, during a rally in support of a flotilla carrying activists from Thousand Madleens to Gaza movement as they prepare to set sail. (Photo by CLEMENT MAHOUDEAU
Kapal Prancis ikut kirim bantuan ke Gaza (Foto: AFP/CLEMENT MAHOUDEAU)
Marseille -

Sekitar 20 kapal Prancis berlayar dari Marseille untuk bergabung dengan armada internasional 'Global Sumud Flotill'a. Armada internasional ini kembali berupaya menembus blokade Israel dan mengirimkan bantuan ke Gaza.

"Gaza, Marseille bersamamu," teriak sekitar seribu orang yang datang ke dermaga untuk mendukung inisiatif tersebut, seperti dilansir AFP, Minggu (5/4/2026).

Kapal-kapal, sebagian besar kapal layar, berangkat diiringi tepuk tangan dan nyanyian tak lama setelah pukul 17.00 (15.00 GMT) untuk bergabung dengan 'Global Sumud Flotilla', yang dinamai menurut nama seorang nelayan Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Armada internasional yang terdiri dari sekitar 100 perahu, sebagian besar berlayar dari Barcelona pada 12 April, akan menuju Gaza sekitar 20 April, menurut penyelenggara. Persinggahan selama seminggu direncanakan di Italia selatan untuk "pelatihan tanpa kekerasan."

ADVERTISEMENT

"Tujuannya adalah untuk memberikan visibilitas lebih kepada Palestina. Kami tidak banyak membicarakannya saat ini, karena konteks internasional," kata Manon, seorang anggota kru yang menolak menyebutkan nama lengkapnya.

Activists gather in l'Estaque, part of Marseille's harbour, southern France, on April 4, 2026, during a rally in support of a flotilla carrying activists from Thousand Madleens to Gaza movement as they prepare to set sail. (Photo by CLEMENT MAHOUDEAU / AFP)Para aktivis berkumpul di pelabuhan di Marseille untuk mendukung pengiriman bantuan ke Gaza melalui Global Sumud Flotilla. (Photo by CLEMENT MAHOUDEAU / AFP)

Pada akhir tahun 2025, armada awal sekitar 50 perahu, yang terdiri dari tokoh politik dan aktivis seperti Greta Thunberg dari Swedia, diserbu oleh angkatan laut Israel - secara ilegal menurut penyelenggara dan Amnesty International.

Para anggota kru ditangkap dan diusir oleh Israel.

Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, telah berada di bawah blokade Israel sejak tahun 2007. Israel dan gerakan Islam Palestina saling menuduh melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, setelah dua tahun perang.

Simak juga Video Greta Thunberg: Global Sumud Flotilla Bentuk Kegagalan Pemerintah Kita

(lir/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini