Israel Akan Hancurkan Semua Rumah di Dekat Perbatasan Lebanon

Israel Akan Hancurkan Semua Rumah di Dekat Perbatasan Lebanon

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 01 Apr 2026 12:31 WIB
Ilustrasi ibu kota Lebanon, Beirut usai serangan Israel (Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Ilustrasi ibu kota Lebanon, Beirut usai serangan Israel (Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Jakarta -

Israel akan menghancurkan semua rumah di desa-desa Lebanon dekat perbatasan, dan 600.000 orang yang mengungsi dari Lebanon selatan tidak akan diizinkan pulang sampai Israel utara aman. Menteri Pertahanan Israel Katz menyampaikan hal ini pada hari Selasa (31/3) waktu setempat, seraya bersumpah untuk menimbulkan kehancuran seperti di Gaza di daerah tersebut.

Katz menyampaikan kembali rencana Israel untuk membangun zona penyangga di Lebanon selatan. Dia mengatakan bahwa mereka akan mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah hingga Sungai Litani setelah perang dengan kelompok Hizbullah berakhir.

Lebih dari 1,2 juta orang telah mengungsi dan 1.200 lainnya tewas di Lebanon sejak Israel melancarkan serangan terhadap Hizbullah pada 2 Maret lalu, yang dipicu oleh keputusan kelompok militan tersebut untuk melancarkan serangan guna mendukung Iran dalam perang regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai Litani bertemu dengan Laut Mediterania sekitar 30 km (20 mil) di utara perbatasan Israel, dan wilayah antara sungai tersebut dan perbatasan Israel mencakup hampir sepersepuluh wilayah Lebanon.

Militer Israel awal bulan ini memerintahkan penduduk untuk meninggalkan sebagian besar wilayah Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah, dan jantung politik kelompok tersebut di Lebanon timur.

"Pada akhir operasi, IDF (militer Israel) akan membangun zona keamanan di dalam Lebanon - garis pertahanan terhadap rudal anti-tank - dan akan mempertahankan kendali keamanan atas seluruh wilayah hingga Sungai Litani, termasuk jembatan Litani yang tersisa," kata Katz dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya dan Reuters, Rabu (1/4/2026).

"Penduduk yang mengungsi tidak akan diizinkan untuk kembali ke selatan Litani sampai keselamatan dan keamanan penduduk Israel utara terjamin," imbuh Katz.

"Semua rumah di desa-desa dekat perbatasan Lebanon akan dihancurkan, sesuai dengan model yang digunakan di Rafah dan Beit Hanoun di Gaza, untuk secara permanen menghilangkan ancaman di dekat perbatasan bagi penduduk Israel utara," katanya.

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan bahwa Hizbullah telah menembakkan hampir 5.000 drone, roket, dan rudal ke Israel selama konflik tersebut. Militer Israel Israel juga mengumumkan gelombang serangan baru, yang menurut mereka menargetkan infrastruktur Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon.

Perang ini adalah konflik besar kedua antara Israel dan Hizbullah sejak 2024. Sebelumnya, Israel memberikan pukulan berat kepada Hizbullah dalam perang terdahulu, dengan menewaskan pemimpinnya Hassan Nasrallah dan ribuan petempurnya.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 1.247 orang telah tewas dalam serangan Israel baru-baru ini di Lebanon, termasuk 124 anak-anak dan 52 petugas medis.

Tonton juga video "Detik-detik Serangan Israel Ledakkan Bangunan di Beirut, Lebanon"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait