Pasukan Iran dan Amerika Serikat berlomba satu sama lain untuk menemukan seorang jet tempur AS yang jatuh di Iran.
Teheran mengatakan telah menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik AS tersebut, sementara media AS melaporkan pasukan khusus Amerika telah menyelamatkan salah satu dari dua awaknya, dengan satu awak lainnya masih hilang.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (4/4/2026):
- Lagi, Iran Eksekusi Mati 2 Anggota Kelompok Oposisi Terlarang
Otoritas Iran kembali mengeksekusi mati dua pria karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang dan melakukan tindakan destruktif yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah.
Eksekusi tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian eksekusi yang menargetkan anggota kelompok Mujahidin Rakyat Iran (MEK) yang dilarang. Sebelumnya, empat anggota kelompok tersebut juga dieksekusi mati pada minggu ini.
Eksekusi mati ini terjadi di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dipicu oleh serangan AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu.
- Serangan Rusia di Siang Bolong Tewaskan 14 Orang di Ukraina
Rusia terus melancarkan serangan terhadap Ukraina. Rentetan serangan Rusia menewaskan 14 orang di Ukraina pada hari Jumat (3/4) siang waktu setempat, seiring Moskow melancarkan serangan terbaru dalam serangkaian serangan siang bolong yang semakin meningkat.
Moskow telah melancarkan serangan udara ke Ukraina selama invasi lebih dari empat tahun, sebagian besar di malam hari. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, Rusia telah meningkatkan serangan di siang hari.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026), militer Rusia menggunakan lebih dari 500 drone dan puluhan rudal dalam serangannya pada hari Jumat itu, menurut angkatan udara Ukraina.
- Hari Kelam Bagi AS-Israel, Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur-3 Drone
Angkatan bersenjata Iran mengumumkan bahwa pasukan pertahanan udaranya menembak jatuh setidaknya dua jet tempur dan tiga drone serta dua rudal jelajah pada hari Jumat (3/4). Iran menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel.
(ita/ita)