Trump Plinplan soal Perang Iran

Trump Plinplan soal Perang Iran

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2026 07:53 WIB
President Donald Trump speaks about the Iran war from the Cross Hall of the White House on Wednesday, in Washington. Alex Brandon/Pool/AP
Presiden AS Donald Trump (Foto: Alex Brandon/Pool/AP)
Jakarta -

Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait Iran terus berubah-ubah. Trump beberapa kali melontarkan ucapan yang berbeda-beda mengenai perang antara AS-Israel dengan Iran.

detikcom merangkum beberapa ucapan Trump yang berubah-ubah. Salah satunya terkait penutupan Selat Hormuz ini, Trump beberapa kali membuat pernyataan.

Trump awalnya meminta bantuan negara NATO. Namun pernyataan ini berubah-ubah lagi. Sebagaimana diketahui, AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Akibatnya, Iran melakukan pengetatan jalur di Selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut pernyataan-pernyataan Trump yang dirangkum detikcom, Jumat (3/4/2026):

Minta Bantuan NATO

ADVERTISEMENT

Saat Hormuz ditutup Trump mengatakan banyak negara terdampak. Dia berharap bantuan dari negara NATO untuk ikut membuka jalur ini.

"Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka dan aman," kata Trump pada 14 Maret lalu.

"Mudah-mudahan Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh pembatasan buatan ini akan mengirimkan kapal ke daerah tersebut sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman bagi negara yang telah benar-benar lumpuh," ujarnya.

Tak Butuh Bantuan

Namun, banyak negara menolak permintaan Trump. Trump kemudian mengaku tidak membutuhkan bantuan dari yang lain.

"Kita tidak butuh bantuan. Perang itu sudah berlangsung lama menurut saya, hampir sejak hari pertama," ujarnya pada 16 Maret.

Sindir NATO

Trump kemudian menyindir NATO. Trump menyebut NATO hanya macan kertas.

"Tanpa AS, NATO HANYA MACAN KERTAS!" tulis Trump pada 20 Maret.

Masih pada hari yang sama, Trump menyindir NATO lagi. Dia bahwa menyebut NATO pengecut.

"Sekarang pertempuran itu telah dimenangkan secara militer, dengan bahaya yang sangat kecil bagi mereka, mereka mengeluh tentang harga minyak yang tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak ingin membantu membuka Selat Hormuz, manuver militer sederhana yang merupakan satu-satunya alasan tingginya harga minyak. Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil," tulisnya.

"Para pengecut, dan kita akan mengingatnya!"

Bilang Tak Akan Dukung Sekutu

Trump kembali marah dengan sikap negara sekutu. Dia mengaku tidak akan membantu mereka lagi.

"Mereka seharusnya melompat untuk membantu kita, karena selama bertahun-tahun kita telah membantu mereka agar tidak terhindar dari perang," ungkapnya pada 26 Maret.

Salahkan Negara Lain, Siap Akhiri Perang

Pada 31 Maret, Trump lagi-lagi menyindir negara lain. Dia meminta negara lain untuk membuka Selat Hormuz sendiri.

"Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz... Saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, belilah dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan ambillah saja..." tuturnya.

Di hari yang sama, Trump mengatakan akan mengakhiri perang. Dia memperkirakan dua minggu lagi perang berakhir. Bahkan tanpa kesepakatan.

"Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini," ujar Trump.

Ingin Serang Iran Lagi

Seakan lupa dengan pernyataan dia sebelumnya, keesokan harinya Trump kembali mengatakan akan menyerang Iran. Trump ingin membuat Iran kembali ke zaman batu.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (1/4) malam. Trump menyebut akan membawa Iran ke zaman batu.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan," kata Trump dilansir CNN, Kamis (2/4/2026).

"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada," katanya.

AS Serang Iran, Jembatan Tertinggi di Timteng Hancur

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran. Serangan itu menyasar jembatan B1 di Karaj, yang merupakan jembatan tertinggi di Timur Tengah.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/4), serangan itu dilancarkan tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan mengembalikan Iran ke 'Zaman Batu". Trump juga mengunggah cuplikan video di media sosial yang memperlihatkan asap membubung dari jembatan B1 di Karaj, yang berlokasi sekitar 20 mil (35 kilometer) di sebelah barat daya Teheran.

Trump memperingatkan bahwa akan ada kehancuran lebih lanjut kecuali Iran bersedia duduk di meja perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima minggu tersebut.

"Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah bisa digunakan lagi-banyak lagi yang akan menyusul! sudah waktunya bagi Iran untuk membuat kesepakatan sebelum terlambat, dan tidak ada lagi yang tersisa dari apa yang masih bisa menjadi negara besar!" kata Trump.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya juga melaporkan adanya dua serangan AS-Israel terhadap jembatan tersebut, seraya menyebut ada dua orang sipil yang menjadi korban. Laporan itu menyebutkan bahwa serangan kedua terjadi saat tim darurat sedang dikerahkan ke lokasi untuk membantu para korban dari serangan pertama.

"Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj," kata laporan TV pemerintah.

Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran

Trump juga melontarkan ancaman akan menghancurkan sisa infrastruktur Iran. Trump juga menyerukan pergantian rezim Iran.

Dilansir Aljazeera, Jumat (3/4), Trump mengatakan akan melakukan serangkaian serangan baru. Dia mengatakan militer AS akan mengancurkan sisa infrastruktur Iran yang belum hancur.

"Militer kita, yang terhebat dan terkuat (jauh!) di mana pun di dunia, bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik!" kata Trump.

Trump juga mendesak pergantian rezim Iran. Dia meminta pergantian rezim ini harus segera dilakukan.

"Kepemimpinan rezim baru akan tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, cepat!" katanya.

Tonton juga video "Trump Ancam Iran, Incar Jembatan dan Pembangkit Listrik untuk Dihancurkan"

Halaman 2 dari 2
(kny/zap)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads