5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Apr 2026 18:12 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kenny Holston)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kenny Holston)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal serangan baru telah disusun AS terhadap Iran, dengan menyebut akan membawa Teheran kembali ke "zaman batu". Dalam tanggapannya, militer Iran bersumpah akan melancarkan serangan "menghancurkan" terhadap AS dan Israel.

Trump mengatakan bahwa AS akan menyerang Iran "dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan". Dia juga menyatakan "akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada".

Sementara itu, komando operasi militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dalam tanggapannya menjanjikan tindakan yang "lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih destruktif".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, Kamis (2/4/2026):

- Siapkan Serangan Baru, Trump Sesumbar Bikin Iran Balik ke Zaman Batu

ADVERTISEMENT

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal serangan baru telah disusun Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran. Trump mengatakan serangan itu akan terjadi dua hingga tiga pekan ke depan.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan," kata Trump dilansir CNN, Kamis (2/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (1/4) malam. Trump menyebut akan membawa Iran ke zaman batu.

- Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Israel Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras Israel atas serangannya yang menewaskan tiga prajurit TNI yang merupakan personel Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada akhir Maret lalu.

Dewan Keamanan PBB juga menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia dan keluarga para tentara yang tewas.

"Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia," demikian pernyataan Dewan Keamanan PBB pada Rabu (1/4), seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (2/4/2026).

- Menlu Abbas Araghchi: Masa Depan Selat Hormuz Ada di Tangan Iran dan Oman

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa masa depan Selat Hormuz harus diputuskan oleh Iran dan Oman. Araghchi menegaskan bahwa jalur perairan strategis itu berada di dalam wilayah perairan kedua negara.

"Pengaturan apa pun yang dibuat (terkait Selat Hormuz) setelah perang adalah urusan Iran dan Oman," tegas Araghchi dalam wawancara dengan televisi lokal Qatar, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (2/4/2026).

Araghchi menambahkan bahwa Selat Hormuz "dapat menjadi jalur air perdamaian" untuk jalur aman. Tetapi dia juga mengatakan bahwa memastikan keamanan maritim dan perlindungan lingkungan akan membutuhkan mekanisme bersama di antara negara-negara pesisir.

- Trump Ancam Bikin Iran Kembali ke Zaman Batu, Teheran Bilang Gini

Militer Iran bersumpah akan melancarkan serangan "menghancurkan" terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan membombardir negara itu hingga kembali ke "Zaman Batu".

"Dengan keyakinan pada Tuhan Yang Maha Kuasa, perang ini akan berlanjut hingga kalian dipermalukan, dihina, dan menyesalinya secara permanen dan pasti, dan menyerah," kata komando operasi militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Kamis (2/4/2026).

"Nantikan tindakan kami yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih destruktif," tegas pernyataan tersebut.

- Trump Bilang AS Tak Butuh Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak berupaya meremehkan ketergantungan AS pada Selat Hormuz dalam pidato terbarunya membahas perang Iran. Trump mengklaim bahwa AS "tidak membutuhkan" Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan penting bagi pasokan energi global.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, terdampak oleh perang berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran. Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting itu telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu.

Hal tersebut membuat banyak negara menanggung dampak terberat dari gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Bahlil Cari Pasokan Minyak hingga Wacana WFH

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads