Trump Akan Akhiri Perang dengan Iran dalam 2-3 Minggu!

Trump Akan Akhiri Perang dengan Iran dalam 2-3 Minggu!

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 01 Apr 2026 05:43 WIB
US President Donald Trump gestures as he delivers a special address during the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 21, 2026. The World Economic Forum takes place in Davos from January 19 to January 23, 2026. (Photo by Mandel
Foto: Donald Trump (AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pernyataan terbaru terkait perang antara AS-Israel dengan Iran. Trump mengatakan AS akan mengakhiri perang dengan Iran dalam 2 hingga 3 minggu.

Dilansir AFP dan Al-Jazeera, Rabu (1/4/2026), pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih. Ia menyatakan perang melawan Iran akan segera berakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan AS mengakhiri serangannya terhadap Iran dalam "dua hingga tiga minggu". Ia juga mengatakan AS telah mencapai perubahan rezim di Iran.

Selain itu, Trump menegaskan pihaknya bisa mengakhiri perang dengan Iran tanpa mencapai negosiasi apapun dengan Iran.

ADVERTISEMENT

Ditanya selama acara di Gedung Putih tentang dampak harga bahan bakar yang tinggi sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari, Trump hanya menegaskan AS bisa sewaktu-waktu meninggalkan Iran.

"Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya, dan mereka akan runtuh," ujar dia.

"Tetapi kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, pasukan AS akan pergi," tambahnya.

Sebelumnya, Paus Leo XIV juga sempat bicara terkait Presiden Donald Trump yang tengah berupaya mengakhiri perang dengan Iran. Ia mengatakan Trump sedang mencari 'jalan keluar' untuk akhiri perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.

"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang, mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman," kata Paus kepada wartawan saat ia meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma, menuju Vatikan, dilansir AFP, Rabu (1/4/2026).

Hal itu, kata Paus, "akan menjadi kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain".

"Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia untuk mengatakan 'Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah'," kata Paus Amerika berusia 70 tahun itu.

Simak juga Video 'Trump: Iran Sedang Negosiasi Perang tapi Takut Mengatakannya':

Halaman 2 dari 2
(maa/maa)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads