Serangan AS-Israel Hantam Pabrik Obat Kanker dan Rumah Sakit Jiwa di Iran

Serangan AS-Israel Hantam Pabrik Obat Kanker dan Rumah Sakit Jiwa di Iran

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 31 Mar 2026 22:07 WIB
A photograph shows the damage during the visit of car service centre in eastern Tehran that was hit by a missile strike, on March 28, 2026. Israel and the United States launched strikes on Iran on February 28, killing the Islamic republics supreme l
Foto: Ilustrasi kerusakan bangunan di Teheran, Iran, akibat serangan AS dan Israel (AFP/ATTA KENARE)
Teheran - Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang sebuah pabrik obat kanker dan sebuah rumah sakit jiwa di Iran. Hal itu membuat kekhawatiran meningkat karena AS-Israel menyerang fasilitas kesehatan.

Dilansir CNN Internasional, Selasa (31/3/2026), lembaga penyiaran radio dan televisi, IRIB, yang dikelola pemerintah Iran melaporkan jika serangan AS-Israel menghantam salah satu produsen obat anti-kanker dan anestesi terbesar di Iran.

Awal pekan ini, Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina yang baru dibangun di Teheran juga mengalami kerusakan signifikan akibat serangan di ibu kota Iran. Sekitar 30 pasien berada di rumah sakit saat serangan terjadi pada Senin malam.

"Pintu dan jendela hancur, dan dinding bangunan juga rusak," kata dokter di RS tersebut.

Serangan AS-Israel terhadap Iran telah menghancurkan seluruh lingkungan, menewaskan ratusan orang, dan melumpuhkan layanan-layanan penting. Wakil menteri kesehatan Iran menyebut setidaknya 190 pusat kesehatan dan medis telah dihantam sejak awal perang pada 28 Februari.

Seorang pejabat dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Iran mengatakan 17 pusat milik badan tersebut telah dihantam dan hampir 100 ambulans rusak atau hancur.

"Ini bukan hanya kendaraan. Ini seringkali merupakan satu-satunya harapan yang dimiliki orang-orang ketika bom berjatuhan," kata Maria Martinez, kepala delegasi IFRC di Iran.

Lihat juga Video: Trump Ancam Hancurkan Seluruh Sumur Minyak Iran Jika Tak Buka Selat Hormuz

(fas/ygs)



Berita Terkait