Setelah 7 tahun Ditutup, Kedubes AS di Venezuela Kembali Beroperasi

Setelah 7 tahun Ditutup, Kedubes AS di Venezuela Kembali Beroperasi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Mar 2026 15:44 WIB
Kedubes AS di Caracas, Venezuela (dok. AP Photo/Matias Delacroix, File)
Kedubes AS di Caracas, Venezuela (dok. AP Photo/Matias Delacroix, File)
Caracas -

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Venezuela kembali beroperasi pada Senin (30/3), setelah ditutup selama tujuh tahun. Pembukaan Kedubes AS ini dilakukan beberapa bulan setelah Washington menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer mengejutkan pada Januari lalu.

"Hari ini, kita secara resmi melanjutkan operasi di kedutaan besar AS di Caracas, menandai babak baru dalam kehadiran diplomatik kita di Venezuela," kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (31/3/2026).

Beroperasinya kedutaan besar secara normal, menurut Departemen Luar Negeri AS, "akan memperkuat kemampuan kami untuk terlibat secara langsung dengan pemerintah interim Venezuela, masyarakat sipil, dan sektor swasta".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio memuji kemajuan di Venezuela, dengan mengatakan bahwa negara itu mulai melihat "stabilitas yang membawa bisnis kembali".

Berbicara kepada Al Jazeera, Rubio memuji pemerintah sementara Venezuela, tetapi juga menyerukan transisi menuju demokrasi pada akhirnya di negara tersebut, tanpa menetapkan jangka waktu.

"Anda ingin melihat transisi penuh karena agar Venezuela dapat mewujudkan potensi ekonominya, negara harus memiliki pemerintahan yang stabil dan demokratis," kata Ruio kepada Al Jazeera.

AS menutup Kedubesnya di Caracas sejak Maret 2019, tak lama setelah Washington bersama sekutu-sekutu Barat dan Amerika Latin menyatakan Maduro tidak sah setelah pemilu yang diwarnai penyimpangan yang meluas.

Presiden AS Donald Trump, pada awal Januari lalu, memerintahkan penyerbuan mematikan ke Venezuela, di mana pasukan militer AS menangkap Maduro dan membawanya ke New York untuk diadili atas dakwaan perdagangan narkoba. Maduro membantah tuduhan tersebut.

Sejak saat itu, AS bekerja sama dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden pada era Maduro.

Terlepas dari latar belakangnya, Trump memuji hubungan dengan Rodriguez dengan prioritas utamanya, termasuk membantu perusahaan minyak AS, menegakkan kerja sama dengan mengancamnya dengan kekerasan jika dia tidak patuh.

Sejak tahun 2019, AS menjalankan operasi diplomatik untuk Venezuela dari negara tetangganya, Kolombia. Laura Dogu, seorang diplomat veteran AS, tiba di Caracas pada Januari lalu untuk memimpin Kedutaan Besar, di mana bendera AS kembali dikibarkan pada 14 Maret.

Tonton juga video "Trump Mau Buka Wilayah Udara Venezuela: Bos Minyak Bisa ke Sana"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait