Banjir-Tanah Longsor Terjang Afghanistan dan Pakistan, 45 Orang Tewas

Banjir-Tanah Longsor Terjang Afghanistan dan Pakistan, 45 Orang Tewas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 30 Mar 2026 23:23 WIB
Ilustrasi angin kencang disertai hujan.
Ilustrasi angin kencang disertai hujan. (brgx/Freepik)
Jakarta -

Hujan lebat dan badai telah menewaskan sedikitnya 45 orang selama beberapa hari terakhir di seluruh Afghanistan dan Pakistan. Hujan yang melanda Afghanistan sejak Kamis lalu telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa provinsi.

"Dua puluh delapan orang gugur, dan 49 orang terluka," kata otoritas manajemen bencana Afghanistan (ANDMA), sementara lebih dari 100 rumah telah hancur, dilansir AFP, Senin (30/3/2026).

Di seberang perbatasan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, 17 orang tewas dan 56 terluka sejak Rabu, kata otoritas manajemen bencana provinsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban tewas di Afghanistan termasuk seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang tersambar petir di provinsi Badghis barat laut, kata juru bicara polisi Sediqullah Seddiqi.

ADVERTISEMENT

Di provinsi yang sama, Seddiqi mengatakan "tiga orang tenggelam saat mencoba mengambil kayu apung untuk digunakan sebagai pemanas". Cuaca buruk juga menghancurkan setidaknya 130 rumah, sementara lebih dari 430 rumah rusak, kata ANDMA.

Di Daikundi tengah, departemen manajemen bencana provinsi mengatakan seorang anak berusia lima tahun tewas ketika atap runtuh. Seorang wanita tewas dalam keadaan yang sama di Nangarhar timur, yang berbatasan dengan Pakistan, menurut juru bicara polisi Sayed Tayeb Hamad.

Otoritas manajemen bencana Afghanistan memperingatkan masyarakat untuk menjauhi "sungai dan aliran air yang banjir, dan mengikuti prakiraan cuaca dengan serius".

Cuaca buruk telah menyebabkan penutupan beberapa jalan raya, kata para pejabat di Afghanistan tengah dan timur, dengan perkiraan hujan dan badai lebih lanjut pada Selasa (24/3).

Korban jiwa terbaru ini menyusul lebih dari 60 orang yang tewas akibat salju dan hujan lebat yang melanda Afghanistan pada bulan Januari.

Afghanistan sering mengalami banjir, tanah longsor, dan badai yang mematikan, terutama di daerah terpencil dengan infrastruktur yang rapuh.

Sebagai salah satu negara termiskin di dunia setelah puluhan tahun perang, Afghanistan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, yang menurut para ilmuwan memicu cuaca ekstrem.

Halaman 2 dari 2
(rfs/dek)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini