Trump Ungkap Hasil Diskusi dengan Iran di Pakistan

Trump Ungkap Hasil Diskusi dengan Iran di Pakistan

Zunita Putri - detikNews
Senin, 30 Mar 2026 08:49 WIB
U.S. President Donald Trump attends a cabinet meeting at the White House in Washington, D.C., U.S., March 26, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Foto Donald Trump: (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan negoisasi antara AS dengan Iran yang difasilitasi 'utusan' Pakistan saat ini sedang berlangsung. Trump mengklaim perundingan itu menunjukkan kemajuan positif.

Namun, Trump tidak menjelaskan terkait kemajuan positif yang diklaimnya itu. Dia tidak mengatakan apakah gencatan senjata disepakati atau Selat Hormuz dibuka.

"Kita masih memiliki sekitar 3.000 target - kita telah membom 13.000 target - dan beberapa ribu target lagi yang harus dibom," kata Trump dalam wawancaranya bersama The Financial Times sebagaimana dilansir Aljazeera, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesepakatan dapat dibuat dengan cukup cepat," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Trump dalam wawancara ini juga menyebut Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz sebagai "hadiah" untuk Gedung Putih. Ia mengatakan Iran telah menggandakan jumlahnya atas persetujuan ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

"Dialah yang mengizinkan pengiriman kapal-kapal itu kepada saya," kata Trump.

"Ingat, saya bilang mereka memberi saya hadiah? Dan semua orang berkata, 'Apa hadiahnya? Omong kosong.' Ketika mereka mendengar tentang itu, mereka diam, dan negosiasi berjalan dengan sangat baik," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan, merapat ke Islamabad, Pakistan. Pertemuan empat Menlu itu akan membahas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran hingga dampak yang ditimbulkan di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan itu digelar hari waktu setempat. Pakistan bertindak sebagai perantara antara AS dan Iran. Pertemuan tersebut diadakan atas undangan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.

"Para Menteri Luar Negeri selama konsultasi akan meninjau situasi regional yang berkembang dan membahas isu-isu kepentingan bersama," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dilansir Al Arabiya, Minggu (29/3/2026).

Islamabad memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan Teheran dan kontak dekat di Teluk, sementara Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan kepala angkatan darat Marsekal Lapangan Asim Munir telah menjalin hubungan pribadi dengan Presiden AS Donald Trump.

Teheran menolak mengakui telah mengadakan pembicaraan resmi dengan Washington tetapi telah menyampaikan tanggapan terhadap rencana 15 poin Trump untuk mengakhiri perang melalui Islamabad, menurut sumber anonim yang dikutip oleh kantor berita Iran Tasnim.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Sabtu (28/3) mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon terperinci dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama lebih dari satu jam, yang merinci "upaya diplomatik berkelanjutan" negaranya.

Pezeshkian berterima kasih kepada Islamabad "atas upaya mediasi untuk menghentikan agresi."

(zap/yld)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads