Eks PM Nepal Ditangkap terkait Penindakan Brutal Demonstran

Eks PM Nepal Ditangkap terkait Penindakan Brutal Demonstran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2026 17:39 WIB
Mantan PM Nepal KP Sharma Oli dikawal polisi usai ditangkap pada Sabtu (28/3) waktu setempat (AFP/PRAKASH MATHEMA)
Mantan PM Nepal KP Sharma Oli dikawal polisi usai ditangkap pada Sabtu (28/3) waktu setempat (AFP/PRAKASH MATHEMA)
Kathmandu -

Mantan Perdana Menteri (PM) Nepal KP Sharma Oli ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam penindakan brutal yang menewaskan puluhan demonstran dalam unjuk rasa pada September tahun lalu. Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nepal Ramesh Lekhak juga ditangkap terkait tuduhan yang sama.

"Mereka ditangkap pagi ini dan prosesnya akan berjalan sesuai hukum," kata juru bicara Kepolisian Lembah Kathmandu, Om Adhikari, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/3/2026).

Juru bicara Kepolisian Distrik Kathmandu, Pawan Kumar Bhattarai, mengatakan bahwa keduanya ditangkap pada Sabtu (28/3) pagi "untuk penyelidikan terkait aksi protes pada tanggal 8 dan 9 September" tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan kedua mantan pejabat tinggi Nepal itu terjadi sehari setelah PM Balendra Shah dan kabinetnya dilantik, menyusul kemenangan dalam pemilu pertama sejak kerusuhan tahun 2025 yang menggulingkan pemerintahan Oli.

ADVERTISEMENT

Sedikitnya 76 orang tewas dalam unjuk rasa rusuh yang melibatkan para pemuda dari aliansi antikorupsi pada 8-9 September 2025 lalu. Aksi massa itu dipicu oleh larangan singkat penggunaan media sosial, yang kemudian memicu kemarahan publik atas kesulitan ekonomi di Nepal,

Kerusuhan menyebar ke berbagai wilayah Nepal, dengan gedung parlemen dan kantor-kantor pemerintahan dibakar massa, yang mengakibatkan runtuhnya pemerintahan Oli.

Komisi penyelidikan yang didukung pemerintah Nepal merekomendasikan penuntutan terhadap Oli yang berusia 74 tahun dan sejumlah pejabat lainnya.

Laporan komisi penyelidikan itu menyatakan bahwa "tidak terbukti adanya perintah untuk menembak". Namun disebutkan juga bahwa "tidak ada upaya yang dilakukan untuk menghentikan atau mengendalikan penembakan dan, karena kelalaian mereka, bahkan anak-anak di bawah umur pun kehilangan nyawa".

"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum... Ini bukan balas dendam terhadap siapa pun, hanya awal dari keadilan. Saya percaya, sekarang negara ini akan mengambil arah baru," kata Mendagri baru Nepal, Sudan Gurung.

Oli membantah telah memerintahkan pasukan keamanan Nepal untuk menembak para demonstran. Dia sebelumnya pernah mengatakan kepada AFP bahwa dirinya menyalahkan "penyusup" atas tindak kekerasan dalam unjuk rasa tahun lalu.

Menanggapi penangkapan itu, Partai Marxis CPN-UML yang dipimpin Oli menyerukan para pendukungnya untuk menggelar "aksi protes nasional".

"Ini merupakan tindakan balas dendam, semoga pemerintah segera mencabut keputusan ini," kata pemimpin senior partai tersebut, Mahesh Basnet, kepada wartawan.

Simak juga Video 'Habis Digulingkan Gen Z, Eks PM Nepal Maju Lagi di Pemilu':

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads