Memanas! Militer Iran mengingatkan bahwa hotel-hotel yang menampung tentara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akan menjadi target serangannya, seiring perang mereka dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlangsung.
"Ketika semua pasukan Amerika masuk ke sebuah hotel, maka dari perspektif kami, hotel itu menjadi milik Amerika," kata juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi kepada televisi pemerintah Iran pada hari Kamis (26/3) waktu setempat.
"Apakah kita hanya akan diam dan membiarkan Amerika menyerang kita? Ketika kita merespons, tentu saja kita harus menyerang di mana pun mereka berada," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026).
Sebelumnya pada 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei dan memicu perang.
Perang tersebut sejak itu menyebar ke seluruh Timur Tengah, dengan Iran melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Israel dan kepentingan AS di wilayah tersebut.
Pada hari Kamis (26/3), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh pasukan AS menggunakan orang-orang di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sebagai "perisai manusia".
(ita/ita)