Putin Ingatkan Konsekuensi Perang Iran Bisa Separah Pandemi COVID-19

Putin Ingatkan Konsekuensi Perang Iran Bisa Separah Pandemi COVID-19

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Mar 2026 09:38 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa sulit untuk memprediksi konsekuensi dari konflik yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Namun demikian, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026), Putin juga mengatakan bahwa beberapa pihak telah membandingkan potensi dampak perang AS-Israel melawan Iran dengan pandemi COVID-19 yang melumpuhkan dunia sekitar enam tahun lalu.

Menurut Presiden Rusia tersebut, konsekuensi perang AS-Israel melawan Iran diperkirakan bisa sama seriusnya dengan dampak pandemi COVID-19 secara global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, kata Putin, telah menyebabkan kerusakan signifikan pada logistik internasional, produksi dan rantai pasokan, sekaligus memberikan tekanan hebat pada perusahaan hidrokarbon, logam dan pupuk.

ADVERTISEMENT

"Konsekuensi dari konflik di Timur Tengah masih sulit diprediksi secara akurat," ucap Putin saat berbicara kepada para pemimpin bisnis di Moskow, ibu kota Rusia.

"Menurut saya, mereka yang terlibat dalam konflik tidak dapat memprediksi apa pun sendiri, tetapi bagi kita hal itu bahkan lebih sulit," sebutnya.

"Namun, sudah ada perkiraan bahwa konsekuensinya dapat dibandingkan dengan epidemi virus Corona," kata Putin dalam pernyataannya.

"Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa hal itu telah secara dramatis memperlambat perkembangan di semua wilayah dan benua, tanpa terkecuali," imbuhnya.


Kawasan Timur Tengah semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan-serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius.

Tidak hanya itu, Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan energi global, juga terdampak oleh perang berkelanjutan tersebut. Aktivitas perlintasan di Selat Hormuz telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu.

Hal tersebut memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Saksikan Live DetikPagi :

Halaman 2 dari 2
(nvc/whn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads