Bertambah Lagi Pejabat Iran Gugur Dibunuh Israel

Bertambah Lagi Pejabat Iran Gugur Dibunuh Israel

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mar 2026 08:28 WIB
Bendera Iran
Ilustrasi. bendera Iran (Foto: Middle East Monitor)
Teheran -

Pejabat militer Iran kembali gugur akibat serangan Israel. Pejabat yang gugur adalah Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri.

Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Tangsiri tewas dalam serangan di Bandar Abbas, Iran. Menurut pejabat Israel tersebut, Tangsiri merupakan orang yang bertanggung jawab atas penutupan Selat Hormuz. Demikian seperti yang dilaporkan oleh media Israel, Times of Israel, dilansir Al Arabiya, Kamis (26/3/2026).

Saat ini, belum ada komentar resmi dari Iran atau dari militer Israel mengenai serangan yang dilaporkan tersebut. Jika kematiannya dikonfirmasi, itu akan menjadi serangan terbaru yang menargetkan pejabat senior Iran dalam perang yang sedang berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menewaskan pemimpin tertingginya dan memicu perang di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Iran sejak itu membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah, termasuk serangan terhadap negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat. Negara-negara tetangga Iran itu telah menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam konflik tersebut, dan tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan AS untuk melancarkan serangan.

Selain itu, Israel juga dihujani rudal Israel beberapa hari terakhir. Serangan Iran pada Kamis (26/3), melukai enam orang warga Israel.

Seorang juru bicara layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (MDA), mengatakan petugas memberikan perawatan medis kepada "enam orang yang mengalami luka ringan akibat ledakan".

Sebelumnya, seorang juru bicara MDA mengatakan kepada radio publik Israel bahwa ada kerusakan pada beberapa rumah di kota Kafr Qassem di Israel tengah, yang menurut Wali Kota Haitham Taha disebabkan oleh amunisi kluster.

Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX IMAGES OF THE DAYSerangan Israel ke Iran. Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Dalam tiga pernyataan terpisah yang dirilis dalam waktu sekitar 90 menit, militer Israel mengatakan telah "mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel".

"Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman," kata pernyataan tersebut, diikuti dengan pengumuman bahwa orang-orang "sekarang diizinkan untuk meninggalkan ruang terlindungi di semua wilayah negara".

Sirene serangan udara meraung-raung di seluruh Israel tengah, termasuk di Yerusalem dan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Sementara ledakan terdengar di Tel Aviv setelah peringatan terbaru.

Iran juga mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang dilalui seperlima dari minyak dunia.

Saksikan Live DetikPagi :

Simak juga Video Netanyahu: Kami Telah Menghabisi Bos IRGC Ali Larijani

Halaman 2 dari 3
(isa/isa)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads