Selat Hormuz yang Masih Horor bagi Kapal Tanker Minyak

Selat Hormuz yang Masih Horor bagi Kapal Tanker Minyak

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mar 2026 04:04 WIB
The Parnassos crude oil tanker sits anchored as the traffic is down in the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Muscat, Oman, March 10, 2026. REUTERS/Benoit Tessier
Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta -

Iran masih menutup Selat Hormuz usai diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Selat Hormuz itu masih horor bagi kapal tanker minyak karena bisa jadi sasaran rudal.

Komandan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan setiap kapal militer Amerika Serikat (AS) atau sekutunya yang melintasi Selat Hormuz akan menjadi sasaran. Dilansir Al-Jazeera, komentar ini muncul setelah klaim Menteri Energi AS Chris Wright yang menyebut Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker minyak melalui selat tersebut, sebuah unggahan yang kemudian dihapusnya dari X.

"Klaim tentang sebuah kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz dengan pengawalan militer AS sama sekali tidak benar. Setiap pelayaran armada AS dan sekutunya akan dihentikan oleh rudal dan drone bunuh diri Iran," kata kepala angkatan laut IRGC Alireza Tangsiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan AS 'menyebarkan berita palsu' tentang Selat Hormuz untuk memanipulasi pasar keuangan. Unggahan X Abbas Araghchi muncul setelah AS menarik kembali klaim bahwa salah satu kapal perangnya telah mengawal kapal tanker energi melalui Selat Hormuz hari ini.

IRGC menyatakan negara-negara akan mendapatkan akses tanpa hambatan untuk melintasi Selat Hormuz, jika mereka mengusir Duta Besar AS dan Israel dari wilayah mereka.

"Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok," kata IRGC dalam pengumumannya pada Senin (9/3) malam.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang biasanya menangani sekitar 20 persen dari perdagangan minyak dunia dan volume ekspor gas alam cair global. Namun, menurut perusahaan analisis Kpler yang mengoperasikan platform MarineTraffic, lalu lintas kapal tanker di sana menurun 90 persen dalam seminggu.

Kapal Kargo Thailand Diserang

Tiga awak kapal diyakini terjebak di atas kapal kargo Thailand yang terkena proyektil Iran saat melintasi Selat Hormuz. Hingga saat ini, mereka belum berhasil diselamatkan.

IRGC mengatakan pada hari Rabu (11/3), bahwa mereka telah menyerang kapal Mayuree Naree yang terdaftar di Thailand, serta sebuah kapal berbendera Liberia, di Selat Hormuz karena kapal-kapal tersebut mengabaikan "peringatan".

Kapal Thailand tersebut terkena proyektil pada Rabu pagi saat melintasi jalur perairan Teluk itu, setelah berangkat dari pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab.

Kedua proyektil tersebut merusak ruang mesin Mayuree Naree dan menyebabkan kebakaran.

"Tiga awak kapal dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin," kata perusahaan transportasi Thailand, Precious Shipping dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026). Disebutkan bahwa pihak berwenang sedang berupaya menyelamatkan mereka.

Mojtaba Khamenei Perintahkan Tetap Tutup Selat Hormuz

Pemimpin baru tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memerintahkan pasukannya untuk tetap menutup Selat Hormuz. Ia meminta jajarannya serius memblokade Selat Hormuz dari kapal-kapal yang melintas.

Dilansir AFP, Kamis (12/3/2026), pernyataan Mojtaba Khamenei setelah berhari-hari tak muncul ke publik karena disebut terluka terkena serangan udara. Ia menyampaikan pernyataannya dengan tegas.

"Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan," kata Khamenei tentang jalur air yang biasanya dilalui seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut.

Tak hanya itu, Mojtaba Khamenei, yang ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei, tewas dalam gelombang pertama serangan AS-Israel di awal perang, menyerukan balas dendam. Ia meminta negara-negara Teluk menutup pangkalan militer AS mereka.

"Saya bersumpah untuk membalas darah anak-anak dan cucu-cucu kita," tegas dia.

Iran Ancam AS

Garda Revolusi Iran lantas bereaksi atas pernyataan Mojtbaka. Komandan Angkatan Laut Alireza Tangsiri memastikan akan memberikan pukulan keras kepada AS dan Israel sembari tetap menutup Selat Hormuz.

"Sebagai tanggapan atas perintah panglima tertinggi, kami akan memberikan pukulan terkeras kepada musuh agresor sambil mempertahankan strategi penutupan Selat Hormuz," ucap dia.

Sebagai informasi, di bawah serangan Iran, pengiriman di sekitar Selat Hormuz hampir terhenti selama beberapa hari. Sejumlah kapal yang mencoba melintas pun menjadi sasaran di Teluk di lepas pantai Uni Emirat Arab dan Irak tersebut.

Halaman 2 dari 2
(idn/idn)


Berita Terkait