×
Ad

Trump Disebut Incar Mohammad Bagher Ghalibaf Jadi Pemimpin Iran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 24 Mar 2026 16:24 WIB
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, mengenakan seragam IRGC, memimpin sidang di Teheran pada 1 Februari 2026. (AFP/HO/MAJELIS PERMUSYARATAN ISLAM (ICANA)
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam mempertimbangkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai calon mitra dan bahkan pemimpin masa depan. Ghalibaf disebut-sebut pihak dari Iran yang bernegosiasi dengan pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang.

Menurut laporan Politico dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/3/2026), mengutip dua pejabat pemerintahan, laporan tersebut mengatakan Mohammad Bagher Ghalibaf dipandang oleh setidaknya beberapa orang di Gedung Putih sebagai mitra yang dapat diandalkan yang dapat memimpin Iran dan bernegosiasi dengan pemerintahan Trump dalam fase selanjutnya dari perang tersebut.

Para pejabat tersebut mengatakan Gedung Putih belum siap untuk berkomitmen pada satu orang pun. "Dia adalah pilihan yang menarik," kata seorang pejabat pemerintahan, menurut Politico.

"Dia salah satu yang paling berpengaruh... Tapi kita harus mengujinya, dan kita tidak bisa terburu-buru."

Donald Trump mengatakan pada Senin (23/3) bahwa akan ada "perubahan rezim yang sangat serius" di Iran. Dia menambahkan bahwa perubahan telah dimulai karena "semua orang telah terbunuh" dari kepemimpinan sebelumnya.

"Mereka benar-benar baru memulai. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid," katanya.

Menurut Politico, seorang pejabat mengatakan bahwa Trump tidak ingin merebut Pulau Kharg, pusat minyak utama Iran, karena ia berharap pemimpin berikutnya akan membuat kesepakatan serupa dengan yang dibuat oleh Wakil Presiden Venezuela saat itu, Delcy Rodriguez, yang mengambil alih setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap pada Januari.

"Ini semua tentang menempatkan seseorang seperti Delcy Rodriguez di Venezuela yang kita katakan, 'Kami akan mempertahankan Anda di sana. Kami tidak akan menyingkirkan Anda. Anda akan bekerja sama dengan kami. Anda akan memberi kami kesepakatan yang baik, kesepakatan pertama tentang minyak,'" kata pejabat itu seperti dikutip.




(rfs/imk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork