×
Ad

Stasiun-Pipa Gas Iran Diserang Usai Trump Klaim Ada Dialog Akhiri Perang

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 24 Mar 2026 15:42 WIB
Ilustrasi stasiun dan pipa gas di Iran. (DW News)
Jakarta -

Wilayah Iran digempur serangan Amerika Serikat (AS)-Israel beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menunda ultimatum menyerang fasilitas listrik Iran. Media Iran melaporkan bahwa serangan Israel-AS menargetkan dua fasilitas gas dan sebuah pipa gas.

"Sebagai bagian dari serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh musuh Zionis dan Amerika, gedung administrasi gas dan stasiun pengaturan tekanan gas di Jalan Kaveh di Isfahan menjadi sasaran," kata kantor berita Fars dilansir AFP, Selasa (24/3/2026).

Fasilitas di Iran tengah "mengalami kerusakan sebagian," tambah Fars, yang merupakan satu-satunya media berita Iran yang melaporkan insiden tersebut. Dikatakan bahwa serangan juga menargetkan pipa gas pembangkit listrik Khorramshahr, di barat daya negara itu.

"Sebuah proyektil menghantam area di luar stasiun pengolahan pipa gas Khorramshahr," lapor Fars, mengutip gubernur kota yang berbatasan dengan Irak. Tidak disebutkan seberapa besar kerusakannya.

Trump mengatakan pada Senin (23/3), bahwa "semuanya berjalan sangat baik" dengan Iran, tak lama setelah mengumumkan pembicaraan dengan Teheran dan jeda lima hari untuk menargetkan pembangkit listrik Republik Islam tersebut.

Perubahan sikap Trump yang tiba-tiba terhadap Iran terjadi beberapa jam sebelum berakhirnya ultimatum dua hari di mana ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz yang strategis. Namun, media Iran mengatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.




(rfs/imk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork