Kim Jong Un: Korut Tak Akan Pernah Ubah Status Negara Bersenjata Nuklir!

Kim Jong Un: Korut Tak Akan Pernah Ubah Status Negara Bersenjata Nuklir!

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Selasa, 24 Mar 2026 06:26 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meresmikan distrik perumahan baru di Pyongyang yang diperuntukkan bagi keluarga tentara Korea Utara yang gugur dalam operasi militer di luar negeri. Peresmian tersebut berlangsung dalam sebuah upacara resmi yang digel
Foto: Kim Jong Un (KCNA via REUTERS)
Jakarta -

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bersumpah akan mempertahankan status nuklirnya sebagai negara bersenjata nuklir secara tak tergoyahkan. Ia bahkan memperingatkan Korea Selatan (Korsel) akan respons tanpa ampun.

"Korea Utara tidak akan pernah mengubah statusnya sebagai negara bersenjata nuklir," kata Kim Jong Un, seperti dilaporkan media pemerintah pada hari Selasa, dilansir AFP, Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deklarasi tersebut-yang disampaikan pada hari Senin-menyusul pengangkatan kembali Kim sehari sebelumnya sebagai kepala badan pembuat kebijakan tertinggi negara otoriter tersebut, Komisi Urusan Negara.

"Kami akan terus dengan tegas mengkonsolidasikan status kami sebagai negara bersenjata nuklir sebagai arah yang tak tergoyahkan, sambil secara agresif meningkatkan perjuangan kami melawan kekuatan musuh," ucap dia.

ADVERTISEMENT

Dalam pidato kebijakan panjang yang dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi, pemimpin generasi ketiga tersebut membahas berbagai isu, mulai dari senjata nuklir dan kebijakan pertahanan hingga tujuan ekonomi dan hubungan dengan Korea Selatan.

"Sesuai dengan misi yang dipercayakan oleh Konstitusi Republik, kami akan terus memperluas dan memajukan penangkal nuklir pertahanan diri kami," katanya, merujuk pada senjata nuklir.

Upaya perluasan senjata nuklir untuk memperkuat statusnya sebagai negara bersenjata nuklir telah "sepenuhnya dibenarkan", tambahnya.

Negara yang terisolasi itu akan memastikan "kesiapan yang tepat" dari pasukan nuklirnya, katanya, untuk menangkis "ancaman strategis".

Kim tidak berbasa-basi tentang tetangga selatannya, yang disebutnya sebagai "negara yang paling bermusuhan".

"Kami akan menetapkan Korea Selatan sebagai negara yang paling bermusuhan dan akan menghadapinya dengan menolak dan mengabaikannya sepenuhnya," kata Kim.

Pyongyang akan "membuatnya membayar tanpa ampun-tanpa pertimbangan atau keraguan sedikit pun-atas setiap tindakan yang melanggar Republik kami," tambahnya.

Lihat juga Video: Kim Jong Un Perpanjang Kekuasaan, Jadi Presiden Korut Lagi

(maa/maa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini