Raih 99,9% Suara, Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut

Raih 99,9% Suara, Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 23 Mar 2026 10:07 WIB
Foto ini diambil pada 22 Maret 2026 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 23 Maret 2026, menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (C) menghadiri Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 di Aula Majelis Mans
Badan legislatif Korea Utara telah memilih kembali Kim Jong Un sebagai presiden urusan negara, media pemerintah melaporkan pada 23 Maret. (AFP/STR)
Jakarta -

Badan legislatif Korea Utara (Korut) telah memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden. Kantor berita pemerintah Korut mengumumkan pengangkatan kembali Kim sebagai kepala badan pembuat kebijakan sekaligus pemerintahan tertinggi negara, Komisi Urusan Negara.

Dilansir AFP, Senin (23/3/2026), para kritikus berpendapat bahwa pemilihan di Korea Utara telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan kepemimpinan negara tersebut lapisan legitimasi demokratis.

"Majelis Rakyat Tertinggi DPRK memilih kembali Kamerad Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea pada Sidang Pertama, kegiatan urusan negara pertama dari masa jabatan ke-15, pada tanggal 22 Maret," lapor KCNA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan tersebut mengatakan bahwa keputusan untuk memilih kembali Kim ke "jabatan tertinggi" mencerminkan "kehendak dan keinginan bulat seluruh rakyat Korea".

Kim adalah penguasa generasi ketiga dari negara bersenjata nuklir yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada tahun 1948. Ia telah memerintah negara itu sejak kematian ayahnya pada tahun 2011.

Pemilihan ini adalah "acara yang sangat terencana dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya," kata Lee Ho-ryung dari Institut Analisis Pertahanan Korea.

"Sepanjang pemerintahan generasi ketiga, Korea Utara telah menggelar acara-acara seperti ini untuk menunjukkan suatu prosedur dalam upaya mencapai legitimasi politik," katanya.

"Tetapi tidak ada yang berpikir akan ada hasil yang berbeda dari itu."

Foto-foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan Kim mengenakan setelan jas formal ala Barat dan duduk di tengah panggung, diapit oleh para pejabat tinggi di depan dua patung raksasa ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya.

Sebelum acara tersebut, 687 deputi terpilih ke Majelis Rakyat Tertinggi, dengan warga Korea Utara yang berusia di atas 17 tahun diberi pilihan untuk menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat yang diajukan oleh partai yang berkuasa.

Para anggota parlemen baru telah disetujui dengan 99,93% suara mendukung dan 0,07% menentang, seperti yang dilaporkan KCNA sebelumnya, dengan tingkat partisipasi sebesar 99,99%.

Aula sidang Pyongyang "dipenuhi dengan kesadaran politik yang luar biasa dan antusiasme revolusioner" oleh para anggota yang baru terpilih, kata laporan tersebut.

Para analis mengatakan bahwa sidang parlemen saat ini mungkin juga akan membahas kemungkinan amandemen konstitusi yang dapat mencakup pengkodifikasian resmi hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara "dua negara yang bermusuhan".

Bahasa yang digunakan Kim untuk menggambarkan sikapnya terhadap Korea Selatan dalam pidatonya di parlemen akan menjadi "indikator" rencana antar-Korea-nya, kata Hong Min, seorang analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, kepada AFP.

"Sejauh mana istilah-istilah seperti 'unifikasi nasional' atau 'persatuan Korea' dihilangkan dan digantikan oleh ungkapan-ungkapan agresif termasuk 'kontrol teritorial' dapat berfungsi sebagai indikator kerangka ideologisnya," katanya.

Poin kuncinya terletak pada seberapa jauh ia akan "menguraikan isu-isu teritorial, perairan teritorial, dan wilayah udara" dalam berurusan dengan Seoul, tambahnya. Pertemuan ini menyusul pertemuan lima tahunan partai yang berkuasa bulan lalu.

Lihat juga Video Kim Jong Un Core Pekan Ini: Uji Tembak dan Rudal

Saksikan juga Sosok: Mimpi Yoga "Yow" Ardian, Lahirkan Juara Akrobat dari Gang Sempit Jakarta

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini