Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi kota yang dibombardir dalam serangan Iran. Netanyahu berjanji mengejar komandan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara pribadi.
"Kami akan mengejar rezimnya. Kami akan mengejar IRGC, geng kriminal ini," kata Netanyahu saat ia memeriksa kerusakan di kota Arad, Israel selatan, dilansir AFP, Senin (23/2/2026).
"Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota kedua yang terkena rudal Iran pada Sabtu (21/3) adalah Dimona, yang secara luas diyakini sebagai tempat penyimpanan persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan. Terletak di gurun Negev, Dimona mengalami kerusakan parah akibat serangan langsung.
Pada Minggu (22/3), Netanyahu mengunjungi kota tersebut, mendesak penduduk untuk mematuhi instruksi dari Komando Pertahanan Dalam Negeri militer dan segera berlindung setiap kali sirene memperingatkan adanya rudal yang datang.
"Seluruh bangsa adalah garis depan, seluruh garda terdepan adalah garis depan. Dan ketika kita berada di garis depan, kita menjalankan perintah ini," kata Netanyahu.
"Jadi tolong lakukan ini--dan ini adalah perintah."
Serangan rudal Iran di dua kota di Israel selatan melukai lebih dari 100 orang. Korban luka berjatuhan setelah sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat proyektil tersebut.
Dua serangan langsung tersebut menghancurkan bagian depan bangunan perumahan dan membuat kawah di tanah. Petugas pertolongan pertama Magen David Adom mengatakan 84 orang terluka di kota Arad, 10 di antaranya luka serius, beberapa jam setelah 33 orang terluka di Dimona yang berdekatan.
Mobil pemadam kebakaran dengan lampu menyala berada di lokasi kejadian bersama dengan puluhan anggota layanan darurat. Petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa di "baik Dimona maupun Arad, rudal pencegat diluncurkan tetapi gagal mengenai sasaran, mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram".
Militer Israel mengatakan akan menyelidiki masalah ini. "Sistem pertahanan udara beroperasi tetapi tidak mencegat rudal, kami akan menyelidiki insiden tersebut dan belajar darinya," tulis juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin di X.
Simak juga Video Netanyahu: Kami Telah Menghabisi Bos IRGC Ali Larijani










































