Idulfitri Berbeda Bagi Iran di Tengah Perang Lawan AS-Israel

Idulfitri Berbeda Bagi Iran di Tengah Perang Lawan AS-Israel

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2026 23:18 WIB
Warga Iran mengikuti salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla di Teheran pada 21 Maret 2026. Ibu kota Iran telah dibombardir hampir setiap hari sejak serangan gabungan AS-Israel memulai perang pada 28 Februari
Foto: Warga Iran mengikuti salat Idulfitri (AFP/STR)
Jakarta -

Ada yang berbeda dengan Idulfitri 1447 Hijriah bagi warga Iran. Mereka harus merayakan hari kemenangan di tengah situasi perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Ribuan umat Muslim melaksanakan salat Idulfitri di Iran yang jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026), warga Iran melaksanakan salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan sehari setelah sebagian besar negara muslim lainnya.

Saat fajar, kerumunan jemaah berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini di pusat Teheran, yang dinamai menurut nama pendiri republik Islam tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena keterbatasan ruang, banyak jamaah melaksanakan salat di luar, dengan televisi pemerintah menayangkan gambar-gambar area yang ramai di sekitar masjid, meskipun ada risiko serangan.

Televisi Iran juga menayangkan warga salat Id di tempat lain di negara itu, termasuk di Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, dan kota Abadan di barat.

Sebagai informasi, Ibu Kota Iran masih terus dibombardir sampai saat ini. Iran hampir setiap hari dibombardir sejak serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel memulai perang pada 28 Februari, yang menewaskan para pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi republik Islam tersebut.

Mojtaba Khamenei Ucapkan Selamat Idulfitri

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei juga tetap merayakan Idulfitri di tengah perang dengan AS dan Israel. Ia bahkan menyampaikan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat muslim.

Dilihat di akun X, Sabtu (21/3), Mojtaba menulis tahun ini musim semi spiritualitas dan musim semi alam--yaitu Idulfitri dan Iduladha--bertepatan. Mojtaba mengucapkan selamat kepada setiap warga negara Iran atas dua hari raya keagamaan dan nasional ini.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh umat Muslim di dunia atas kesempatan merayakan Idulfitri," tulis Mojtaba.

Dalam unggahannya, Mojtaba mengungkapkan belasungkawa dan simpati kepada seluruh keluarga dan para korban, martir, dalam perang melawan Israel, upaya kudeta Januari, perang melawan AS-Israel, serta para martir keamanan dan perbatasan.

"Dalam setahun terakhir, rakyat kita telah mengalami tiga perang militer dan keamanan. Perang pertama adalah perang bulan Juni, ketika musuh Zionis, dengan bantuan khusus dari Amerika Serikat dan di tengah-tengah negosiasi, membunuh sekitar 1.000 warga negara kita," ujarnya.

Halaman 2 dari 2
(maa/maa)



Berita Terkait