Suasana Warga Iran Salat Idulfitri di Tengah Perang AS-Israel

Suasana Warga Iran Salat Idulfitri di Tengah Perang AS-Israel

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2026 15:45 WIB
Warga Iran mengikuti salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla di Teheran pada 21 Maret 2026. Ibu kota Iran telah dibombardir hampir setiap hari sejak serangan gabungan AS-Israel memulai perang pada 28 Februari
Warga Iran mengikuti salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla di Teheran pada 21 Maret 2026. (AFP/STR)
Jakarta -

Ribuan umat Muslim melaksanakan salat Idulfitri di Iran yang jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Salat Id menandai berakhirnya puasa bulan Ramadan di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah.

Dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026), warga Iran melaksanakan salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan sehari setelah sebagian besar negara muslim lainnya.

Warga Iran mengikuti salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla di Teheran pada 21 Maret 2026. Ibu kota Iran telah dibombardir hampir setiap hari sejak serangan gabungan AS-Israel memulai perang pada 28 Februari, yang menewaskan para pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi Republik Islam.Warga Iran mengikuti salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, di Masjid Agung Mosalla di Teheran pada 21 Maret 2026. Ibu kota Iran telah dibombardir hampir setiap hari sejak serangan gabungan AS-Israel memulai perang pada 28 Februari, yang menewaskan para pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi Republik Islam. (AFP/STR)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat fajar, kerumunan jemaah berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini di pusat Teheran, yang dinamai menurut nama pendiri republik Islam tersebut.

Karena keterbatasan ruang, banyak jamaah melaksanakan salat di luar, dengan televisi pemerintah menayangkan gambar-gambar area yang ramai di sekitar masjid, meskipun ada risiko serangan.

Ibu kota Iran telah dibombardir hampir setiap hari sejak serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel memulai perang pada 28 Februari, yang menewaskan para pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi republik Islam tersebut.

Serangan pada Jumat (20/3) malam, kembali menargetkan beberapa distrik di Teheran dan sekitarnya, serta kota Isfahan di pusat, menurut kantor berita Fars.

Televisi Iran juga menayangkan warga salat Id di tempat lain di negara itu, termasuk di Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, dan kota Abadan di barat.

Lihat juga Video: Pelaksanaan Salat Id di Masjid Istiqlal

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait