Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang fasilitas nuklir Natanz Iran. Serangan AS-Israel tersebut dilaporkan organisasi energi atom republik Islam tersebut di tengah suasana Idulfitri.
"Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini," kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Tasnim, dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan bahwa "tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan" di daerah tersebut di Iran tengah.
Ribuan umat Muslim Iran diketahui tengah merayakan Idulfitri yang jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026 di Iran. Salat Id menandai berakhirnya puasa bulan Ramadan di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah.
Dilansir AFP, Sabtu (21/3), warga Iran melaksanakan salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan sehari setelah sebagian besar negara muslim lainnya.
Saat fajar, kerumunan jemaah berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini di pusat Teheran, yang dinamai menurut nama pendiri republik Islam tersebut.
Karena keterbatasan ruang, banyak jamaah melaksanakan salat di luar, dengan televisi pemerintah menayangkan gambar-gambar area yang ramai di sekitar masjid, meskipun ada risiko serangan.
Simak juga Video Netanyahu Usai AS Bom Situs Nuklir Iran: Kekuatan yang Luar Biasa










































