Bertemu Jemaah Salat Id, PM Australia Diprotes soal Serangan Israel ke Gaza

Bertemu Jemaah Salat Id, PM Australia Diprotes soal Serangan Israel ke Gaza

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2026 13:00 WIB
Australias Prime Minister Anthony Albanese leaves Lakemba Mosque after a visit for Eid al-Fitr in Sydney, Australia, March 20, 2026. REUTERS/Hollie Adams
PM Anthony Albanese mengunjungi Masjid Lakemba saat Idulfitri. (REUTERS/Hollie Adams)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengunjungi masjid terbesar di Australia untuk bertemu jemaah salat Idulfitri. Dalam pertemuan dengan jemaah salat Id, Albanese mendapatkan protes atas sikapnya terhadap serangan sekutu Israel di Gaza.

Dilansir Reuters, Sabtu (21/3/2026), sebagian komunitas Islam dan Yahudi di Australia marah atas sikap plin-plan yang diambil oleh pemerintah sayap kiri tengah sejak perang Gaza dimulai, yang menyatakan keprihatinan terhadap Palestina, berulang kali mendesak gencatan senjata, dan mendukung hak Israel untuk membela diri.

Rekaman video menunjukkan para pengunjuk rasa menginterupsi jalannya acara sekitar 15 menit setelah Albanese dan Menteri Dalam Negeri Tony Burke bergabung dengan para jamaah di Masjid Lakemba di Sydney barat, Jumat (20/3), untuk menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para demonstran mencemooh, menyuruh Albanese dan Burke untuk "Keluar!" dan menyebut mereka "pendukung genosida", merujuk pada pembunuhan warga Palestina di Gaza oleh Israel, menyusul serangan militan Hamas pada tahun 2023.

"Saudara-saudari terkasih, tenanglah sedikit," kata salah satu penyelenggara kepada kerumunan, mendesak orang-orang untuk duduk dan berhenti merekam kejadian tersebut. "Ini Idul Fitri. Ini hari yang penuh sukacita."

Seorang petugas keamanan terlihat menjatuhkan seorang yang protes ke tanah sebelum mengantarnya pergi.

"Memalukan!" teriak para pengunjuk rasa yang mengikuti Albanese dan Burke ketika mereka pergi.

Acara di masjid itu "sangat positif", kata Albanese kemudian, meskipun ada insiden tersebut.

"Jika ada beberapa orang yang mencemooh di tengah kerumunan 30.000 orang, itu harus dilihat dari perspektif tersebut," katanya kepada wartawan, menambahkan bahwa komunitas tersebut telah menangani beberapa orang yang protes.

Ia menambahkan bahwa beberapa frustrasi muncul dari penetapan pemerintah bulan ini terhadap organisasi islamis Hizbut Tahrir sebagai kelompok kebencian terlarang berdasarkan undang-undang yang dipicu oleh penembakan massal yang mematikan di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember.

Simak juga Video 'Israel Usir Warga Palestina dari Al-Aqsa Pakai Gas Air Mata-Granat Kejut':

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini