Menhan AS Minta Dana Rp 3,3 Kuadriliun, Perang Iran Tak Ada Batas Waktu

Menhan AS Minta Dana Rp 3,3 Kuadriliun, Perang Iran Tak Ada Batas Waktu

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 20 Mar 2026 11:07 WIB
President Donald Trump closes his eyes as Defense Secretary Pete Hegseth speaks during a Cabinet meeting at the White House, Tuesday, Dec. 2, 2025, in Washington. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)
Presiden AS Donald Trump dan Menhan Pete Hegseth. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)
Jakarta -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan bahwa tidak ada jangka waktu untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Pentagon minta tambahan dana untuk keberlangsungan perang di Timur Tengah.

"Kami tidak ingin menetapkan jangka waktu yang pasti," kata Hegseth dalam konferensi pers, menambahkan bahwa "kami berada di jalur yang benar" dan bahwa Presiden Donald Trump yang akan memutuskan kapan harus berhenti, dilansir AFP, Jumat (20/3/2026).

"Pada akhirnya, akan ada pilihan Presiden, di mana kita mengatakan, 'Hei, kita telah mencapai apa yang perlu kita capai.'"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hegseth juga menanggapi laporan bahwa Pentagon telah meminta lebih dari $200 miliar atau Rp 3,3 kuadriliun dana tambahan dari Kongres untuk membiayai konflik tersebut.

"Mengenai $200 miliar, saya pikir angka itu bisa berubah. Jelas dibutuhkan uang untuk membunuh orang jahat," kata Hegseth.

"Kami akan kembali ke Kongres dan para pejabat di sana untuk memastikan bahwa kami mendapatkan pendanaan yang memadai untuk apa yang telah dilakukan, dan untuk apa yang mungkin harus kami lakukan di masa depan," katanya.

Perwira militer AS berpangkat tinggi, Jenderal Dan Caine, yang berbicara bersama Hegseth, memberikan rincian tentang senjata yang digunakan melawan Iran dan pasukan sekutunya di wilayah tersebut.

Caine mengatakan bahwa pesawat A-10 Warthog--sejenis pesawat yang dirancang untuk memberikan dukungan udara jarak dekat--"sedang memburu dan menghancurkan kapal serang cepat" di jalur perairan Selat Hormuz yang penting, yang secara efektif ditutup Iran untuk lalu lintas maritim setelah dimulainya perang.

Ia juga mengatakan bahwa helikopter AH-64 Apache digunakan di Irak untuk menargetkan kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di sana, dan bahwa beberapa sekutu AS telah mulai menggunakan helikopter serang tersebut untuk melawan drone satu arah yang diluncurkan oleh pasukan Teheran.

Simak Video 'Israel Gempur Ladang Gas South Pars Iran, Trump: AS-Qatar Tak Terlibat':

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait