Tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Irak pekan ini. Kelompok Hamas menyerukan Iran, sekutunya, untuk menahan diri dari menargetkan negara-negara tetangganya, saat perang antara Teheran melawan AS dan Israel terus berlanjut.
Semua enam awak yang ada di dalam pesawat militer AS yang jatuh di Irak itu dikonfirmasi tewas. Washington telah membantah bahwa insiden itu disebabkan oleh serangan Iran.
Sementara itu, Hamas merilis pernyataan terbaru yang isinya "menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga". Hamas juga menegaskan hak Iran untuk membela diri terhadap serangan-serangan Washington dan Tel Aviv.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (14/3/2026):
- Tak Ada yang Selamat, 6 Awak Pesawat Militer AS yang Jatuh di Irak Tewas
Tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Irak pekan ini. Semua enam awak yang ada di dalam pesawat militer AS itu dikonfirmasi tewas dalam insiden yang telah dibantah oleh Washington disebabkan oleh serangan Iran.
Pesawat militer AS jenis KC-135, yang merupakan pesawat pengisian bahan bakar di udara ini, jatuh di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3) waktu setempat, saat mendukung Operation Epic Fury, operasi militer AS bersama Israel dalam melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.
"Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS yang jatuh di Irak bagian barat kini telah dikonfirmasi meninggal dunia," kata Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2026).
- Pulau Kharg Dibombardir, Iran Ancam Serang Infrastruktur Minyak AS
Angkatan Bersenjata Iran mengancam akan menyerang infrastruktur minyak terkait Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump mengatakan pasukan Washington telah membombardir Pulau Kharg, yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Teheran.
Markas Besar Pusat Al-Anbiya pada militer Iran, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan AS akan "segera dihancurkan dan diubah menjadi timbunan abu" jika fasilitas energi Iran diserang.
Pernyataan itu, yang dilaporkan oleh kantor berita Fars dan Tasnim, merupakan "respons terhadap pernyataan" yang disampaikan Trump sebelumnya, soal serangan AS telah "menghancurkan" target-target militer di Pulau Kharg.
(nvc/nvc)