Trump Meyakini Mojtaba Khamenei Alami Cedera Akibat Serangan AS-Israel

Trump Meyakini Mojtaba Khamenei Alami Cedera Akibat Serangan AS-Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Mar 2026 15:01 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK)
Presiden AS Donald Trump (dok. Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami cedera. Hal ini di tengah spekulasi soal Mojtaba mengalami luka-luka akibat serangan awal AS dan Israel pada akhir Februari lalu.

Serangan awal AS-Israel itu telah menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah anggota keluarganya.

Pernyataan terbaru Trump soal kondisi Mojtaba itu, seperti dilansir Al Jazeera dan Reuters, Jumat (13/3/2026), disampaikan dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Brian Kilmeade, yang ditayangkan pada Kamis (12/3) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir dia mungkin (masih hidup). Saya pikir dia mengalami cedera, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu, Anda tahu," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Mojtaba belum muncul secara langsung ke hadapan publik Iran sejak diumumkan terpilih sebagai pemimpin tertinggi yang baru untuk negara Syiah tersebut pada Minggu (1/3) lalu.

Pernyataan pertama Mojtaba kepada publik sebagai pemimpin tertinggi Iran disampaikan secara tertulis, dengan dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat.

Seorang pejabat Iran, yang tidak disebut namanya, mengatakan kepada Reuters pada Rabu (11/3) bahwa Mojtaba mengalami luka ringan, tetapi terus beraktivitas.

Sebelumnya, televisi pemerintah Iran dalam laporannya menyebut Mojtaba sebagai "veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan", tetapi tidak pernah menyebutkan secara spesifik cedera yang dialaminya.

Sementara Duta Besar Iran untuk Siprus mengatakan pada awal pekan ini kepada The Guardian bahwa Mojtaba mengalami luka-luka akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu, yang menewaskan ayahnya dan sejumlah anggota keluarganya.

Sedangkan seorang penasihat pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, yang juga putra dari Presiden Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa Mojtaba "dalam keadaan aman dan sehat".

Dalam pernyataan publik pertamanya, Mojtaba bersumpah untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran untuk menutup pangkalan AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi sasaran Teheran.

Trump Bersikeras AS Unggul dalam Perang Iran: Militer Kita Tak Tertandingi

Trump, dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, mengatakan bahwa perang melawan Iran berlangsung "sangat cepat". Dia melontarkan pujian untuk militer AS.

"Situasi dengan Iran berjalan sangat cepat. Mereka melakukannya dengan sangat baik, militer kita tak tertandingi," ucap Trump, seperti dilansir AFP.

"Mereka (Iran-red) benar-benar negara teror dan kebencian, dan mereka membayar harga yang mahal sekarang," sebutnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah Mojtaba merilis komentar publik pertamanya. Namun Trump tidak memberikan tanggapan langsung atas pernyataan Mojtaba yang bersumpah akan membalas dendam dan bertekad terus melawan AS-Israel.

Beberapa hari terakhir, Trump memberikan isyarat beragam tentang kemajuan dalam perang melawan Iran. Dia sempat sesumbar mengatakan bahwa "kita menang" melawan Iran, dan sempat menyebut bahwa perang dapat berakhir "sangat segera". Namun Trump juga bersikeras akan perlunya terus berperang.

Lihat juga Video Trump Tak Senang Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait