1 Tentara Prancis Tewas dalam Serangan di Wilayah Kurdi Irak

1 Tentara Prancis Tewas dalam Serangan di Wilayah Kurdi Irak

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Mar 2026 14:04 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (dok. REUTERS/Stephane Mahe/File Photo)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (dok. REUTERS/Stephane Mahe/File Photo)
Paris -

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan kematian militer Prancis pertama dalam perang yang kini berkecamuk di Timur Tengah. Macron mengatakan bahwa seorang tentara Prancis tewas akibat serangan di wilayah otonom Kurdistan Irak.

Sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada akhir Februari lalu, kemudian Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Washington di kawasan, konflik semakin meluas di Timur Tengah.

Irak menjadi salah satu negara yang terseret ke dalam konflik tersebut, dengan beberapa serangan yang dikaitkan dengan faksi pro-Iran telah menargetkan pangkalan dan posisi pasukan asing yang ditugaskan sebagai bagian dari koalisi anti-jihadis internasional di wilayah Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macron dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (13/3/2026), mengumumkan bahwa seorang anggota Angkatan Bersenjata Prancis "telah gugur demi Prancis selama serangan di wilayah Erbil, Irak. Dia menyebut beberapa tentara Prancis lainnya luka-luka akibat serangan yang sama.

ADVERTISEMENT

Namun Macron tidak menyebutkan lebih lanjut soal siapa yang berada di balik serangan yang menewaskan satu tentara Prancis tersebut.

Sebelumnya, sebuah kelompok pro-Iran yang ada di Irak, Ashab Alkahf, telah memperingatkan bahwa kepentingan Prancis di negara tersebut kini sasaran setelah kedatangan kapal induk Prancis ke "area operasi Komando Pusat Amerika".

Pernyataan yang disampaikan via saluran Telegram milik kelompok Ashab Alkahf itu juga memperingatkan "saudara-saudara kita dari pasukan keamanan" untuk menjauhi pangkalan yang, menurut mereka, menampung pasukan Prancis.

Sejauh ini belum ada klaim tanggung jawab langsung atas serangan di Erbil tersebut.

Militer Prancis sebelumnya mengatakan bahwa rentetan drone menghantam pangkalan tempat pasukannya sedang mengikuti pelatihan kontra-terorisme bersama rekan-rekan militer Irak.

Gubernur Erbil mengatakan bahwa serangan di wilayahnya itu melibatkan dua drone dan menghantam pangkalan di Mala Qara.

Pada Kamis (12/3), militer Prancis mengatakan bahwa enam orang luka-luka akibat serangan tersebut. Tidak diketahui secara jelas apakah tentara yang tewas termasuk di antara korban luka itu.

"Perang di Iran tidak dapat membenarkan serangan seperti itu," tegas Macron, yang menyebut serangan semacam itu "tidak dapat diterima". Dia bersikeras menyatakan bahwa sikap negaranya dalam perang Timur Tengah adalah "murni defensif".

Tonton juga video "Warga Irak Heboh Saat Temukan Drone Kamikaze AS Jatuh"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini