Prancis telah mengirimkan kapal induk helikopter amfibi Tonnerre ke Laut Mediterania sebagai respons terhadap perang di Timur Tengah. Kapal tersebut akan bergabung dengan kapal induk Prancis, Charles de Gaulle yang sebelumnya telah berada di kawasan setelah beroperasi di Laut Baltik.
"Sebuah kapal induk helikopter amfibi telah dikerahkan di Mediterania untuk memperkuat kehadiran angkatan bersenjata Prancis dalam konteks krisis Timur Tengah," kata seorang juru bicara militer Prancis, dilansir Al Arabiya dan AFP, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kapal serupa dikirim ke lepas pantai Lebanon sebagai tindakan pencegahan untuk membantu repatriasi jika diperlukan selama perang tahun 2024 antara Israel dan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.
Sebelumnya, Prancis juga telah mengerahkan jet-jet tempur Rafale ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) untuk melindungi pangkalan angkatan laut dan udaranya dari serangan Iran.
Prancis memiliki ratusan personel angkatan laut, angkatan udara, dan angkatan darat yang berbasis di UEA. Pesawat-pesawat Rafale-nya ditempatkan di pangkalan Al-Dhafra, dekat Abu Dhabi.
"Rafale dan pilotnya dimobilisasi untuk memastikan keamanan fasilitas kami," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot kepada stasiun televisi BFMTV menanggapi pertanyaan tentang tindakan Prancis di UEA pada Sabtu (28/2) lalu untuk melumpuhkan drone-drone Iran.
"Mereka telah melakukan operasi untuk mengamankan wilayah udara di atas pangkalan kami," imbuhnya
Diketahui bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2) lalu, menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah merespons serangan itu dengan menargetkan sekutu-sekutu AS di wilayah Teluk.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan France 24, mengingatkan negara-negara Eropa dapat menjadi "target sah" jika mereka bergabung dengan AS dan Israel dalam perang melawan Iran.
"Kami telah memberi tahu negara-negara Eropa dan pihak lain agar berhati-hati untuk tidak terlibat dalam perang agresi terhadap Iran," ujar Takht-Ravanchi, dilansir TRT World.
Pejabat Iran itu menegaskan bahwa negara mana pun yang ikut dalam kampanye militer melawan Iran akan menghadapi serangan balasan dari Teheran.
Lihat juga Video: Kapal Induk AS Tiba di Mediterania Timur untuk Bantu Israel











































