Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kepemimpinan Iran sebagian besar masih utuh dan tidak berisiko untuk tumbang dalam waktu dekat, setelah hampir dua minggu dibombardir tanpa henti oleh AS dan Israel. Hal ini diungkapkan oleh tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Laporan intelijen itu memberikan "analisis yang konsisten bahwa rezim tersebut tidak dalam bahaya untuk kolaps dan tetap mengendalikan publik Iran," kata salah satu sumber, dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis (12/3/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (12/3/2026):
- PM Malaysia Umumkan Tak Ada Open House Idul Fitri, Kunjungan LN Dipangkas
Pemerintah Malaysia mengambil langkah-langkah penghematan terkait potensi dampak perang yang berkecamuk antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak akan mengadakan acara open house untuk Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah juga akan mengurangi jumlah perjalanan ke luar negeri sebagai bagian dari penghematan dana mengingat dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pemerintah dan perusahaan investasi yang terkait dengan pemerintah, juga telah diperintahkan untuk tidak mengadakan acara open house Idul Fitri.
Anwar mengatakan ini hanyalah langkah hati-hati untuk membelanjakan dana secara bijaksana, mengingat potensi dampak perang tersebut.
- DK PBB Serukan Iran Setop Serangan ke Negara-negara Teluk
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dk PBB) mengesahkan resolusi yang menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangannya terhadap negara-negara Teluk. DK PBB mengatakan bahwa serangan tersebut melanggar hukum internasional dan menimbulkan "ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional."
Resolusi DK PBB tersebut disahkan pada hari Rabu (11/3) waktu setempat dengan 13 negara menyatakan setuju dan dua negara abstain. Resolusi itu "menuntut penghentian segera semua serangan oleh Republik Islam Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania."
- 2 Kapal Tanker Minyak Diserang di Dekat Irak, 1 Orang Tewas
Timur Tengah terus memanas! Serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat Irak menewaskan sedikitnya satu awak kapal.
(ita/ita)