Ledakan terdengar di kota Yerusalem pada hari Kamis (12/3), setelah militer Israel (IDF) mendeteksi rudal yang ditembakkan dari Iran.
"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian unggahan militer di Telegram, dilansir Al Arabiya dan AFP, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, militer Iran mengatakan telah menargetkan pangkalan militer Israel dan dinas keamanan negara, Shin Bet.
"Pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik rezim Zionis serta markas besar Shin Bet menjadi sasaran drone dari militer Republik Islam Iran," kata militer Iran dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.
Iran telah menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut, selain melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga sejak awal serangan Israel dan AS terhadap target di Iran bulan lalu.
Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjanjikan pembalasan tanpa henti atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut. Quds bersumpah untuk "membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (11/3) waktu setempat, Pasukan Quds menyebut serangan AS-Israel terhadap Republik Islam itu yang dimulai pada 28 Februari lalu, sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
(ita/ita)