Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan beberapa drone, yang mengakibatkan kerusakan material di bandara. Otoritas Publik untuk Penerbangan Sipil Kuwait mengatakan tak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
"Insiden tersebut ditangani sesuai dengan rencana darurat yang berlaku sejak awal krisis, dengan koordinasi penuh dengan pihak berwenang terkait," kata juru bicara otoritas tersebut, Abdullah al-Rajhi, kepada kantor berita pemerintah Kuwait, KUNA, dilansir Al Arabiya, Kamis (12/3/2026).
Al-Rajhi, lapor KUNA, menegaskan komitmen otoritas untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan sipil di Kuwait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang menewaskan pemimpin tertingginya dan memicu perang di Timur Tengah.
Teheran telah merespons dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah, termasuk serangan yang telah menghantam negara-negara tetangga.
Iran telah menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut, selain melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga sejak awal serangan Israel dan AS terhadap target di Iran bulan lalu.
Pada hari Rabu (11/3), Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjanjikan pembalasan tanpa henti atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut. Quds bersumpah untuk "membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Quds menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu, sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
Mereka menekankan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior Iran dan warga sipil Iran.
Pasukan Quds yang merupakan unit elit paling terkenal dari IRGC tersebut bersumpah, "Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."
Pernyataan itu memperingatkan bahwa "musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia - bahkan di rumah mereka sendiri."
"Kami tidak akan berhenti melawan sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan, dan bahwa kami akan membalas dendam atas kaum tertindas dan para martir dari para penindas dan kaum yang sombong."
Simak juga Video Alasan Iran juga Serang Bahrain-Kuwait-UEA: Yang Kami Lawan AS











































