Teleponan dengan Trump, Putin Desak Akhiri Perang AS-Israel Vs Iran

Teleponan dengan Trump, Putin Desak Akhiri Perang AS-Israel Vs Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Mar 2026 12:47 WIB
Trump dan Putin dalam pertemuan di Finlandia tahun 2018 lalu (dok. REUTERS/Kevin Lamarque)
Trump dan Putin dalam pertemuan di Finlandia tahun 2018 lalu (dok. REUTERS/Kevin Lamarque)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pembicaraan terbaru via telepon pada Senin (9/3) waktu setempat. Dalam percakapan telepon itu, Putin mendesak penyelesaian cepat untuk perang Iran.

Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, seperti dilansir Reuters dan kantor berita TASS, Selasa (10/3/2026), mengungkapkan bahwa percakapan telepon yang berlangsung selama satu jam itu dilakukan atas inisiatif AS.

Ushakov menyebut percakapan telepon kedua pemimpin itu berfokus membahas konflik Iran dan Ukraina, serta situasi Venezuela.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini merupakan percakapan telepon pertama antara Putin dan Trump selama lebih dari dua bulan terakhir, dan merupakan yang pertama diumumkan secara publik sejak AS bersama Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

Ushakov, saat memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai percakapan telepon itu, mengatakan bahwa Putin mendesak "penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat" untuk perang AS-Israel melawan Iran, yang telah menjadi sekutu utama Rusia.

"Tentu saja, penekanannya diletakkan pada situasi seputar konflik dengan Iran," kata Ushakov kepada wartawan.

"Presiden Rusia menguraikan sejumlah gagasan yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik secepat mungkin melalui cara-cara politik dan diplomatik, termasuk terkait kontak terbarunya dengan para pemimpin negara Teluk, Presiden Iran (Masoud) Pezeshkian, dan sejumlah pemimpin lainnya," ungkapnya.

Merespons Putin, sebut Ushakov, Trump "menyampaikan penilaiannya tentang situasi dalam konteks operasi AS-Israel yang sedang berlangsung".

"Terjadi pertukaran pendapat yang rinci dalam hal itu, yang saya yakini, akan bermanfaat bagi kedua belah pihak," ucap Ushakov menambahkan.

Lebih lanjut, Ushakov menyebut percakapan telepon Putin dan Trump secara keseluruhan berlangsung "profesional, terbuka, dan konstruktif". Dia menggambarkan seluruh diskusi "sangat substansial" dan menyebut hal itu "kemungkinan akan memiliki signifikansi praktis untuk kerja sama lebih lanjut antara kedua negara".

Simak juga Video: Putin Telepon Trump, Minta Perang Lawan Iran Diakhiri

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini