Dinamika Sikap Iran ke Negara Tetangga Imbas Perang Lawan Israel-AS

Dinamika Sikap Iran ke Negara Tetangga Imbas Perang Lawan Israel-AS

Rita Uli Hutapea, Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 08 Mar 2026 22:08 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan Iran di seluruh wilayah tersebut. Namun meski meminta maaf ke negara tetangga, Iran tetap memastikan akan merespons tiap serangan yang diluncurkan musuh ke negaranya melalui negara tetangga.

Dirangkum detikcom, Minggu (8/3/2026), dinamika siap Iran tersebut merupakan responnya atas situasi keamanan di kawasan. Pada Sabtu (7/3) kemarin, Presiden Iran sempat meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS atas serangan di wilayah mereka. Dia mengatakan bahwa mereka tidak akan menjadi sasaran kecuali serangan tersebut berasal dari mereka.

"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut," imbuhnya.

Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat, saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua.

Iran Pastikan Respons Serangan yang Diluncurkan dari Tetangga

Lebih lanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan terpaksa merespons setiap serangan atau upaya invasi musuh yang diluncurkan dari negara tetangga. Iran mengatakan pihaknya merespons serangan bukan berarti memusuhi negara tersebut, akan tetapi merespons sesuai kebutuhan.

Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026). Pernyataan itu ditujukan kepada musuh Iran yang mencoba menyerang Iran menggunakan negara mana pun.

"Jika musuh Iran mencoba menggunakan negara mana pun untuk menyerang atau menginvasi tanah kami, kami akan terpaksa merespons serangan itu. Merespons bukan berarti kami memiliki perselisihan dengan negara itu atau ingin mencelakai rakyatnya -- kami akan merespons karena kebutuhan," kata Pezeshkian.

Sementara itu dalam pernyataan terpisah, Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa pasukannya dapat berperang sengit selama enam bulan dengan kecepatan pertempuran saat ini melawan Amerika Serikat dan Israel.

Juru bicara Garda Revolusi, Ali Mohammad Naini, mengatakan Iran sejauh ini telah menggunakan rudal "generasi pertama dan kedua", tetapi akan menggunakan "rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan" dalam beberapa hari mendatang.

Diketahui, konflik AS-Israel Vs Iran terus berlanjut ke minggu kedua, yang meningkatkan dampak regional. Terbaru, Arab Saudi mencegat gelombang drone yang menuju target termasuk kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh. Selain itu, Kuwait mengatakan serangan menghantam tangki bahan bakar di bandara internasionalnya.

Serangan terhadap penyimpanan bahan bakar penerbangan Kuwait memperparah kekhawatiran atas pasokan energi, dengan perusahaan minyak nasional negara itu juga mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah karena ancaman terhadap Selat Hormuz, tempat seperlima minyak dan gas dunia transit.

Sementara itu, Iran menuduh AS dan Israel menyerang depot minyak di ibu kota Iran pada hari Sabtu, serangan pertama yang dilaporkan terhadap infrastruktur minyak republik Islam tersebut di tengah anjloknya pasar saham dan melonjaknya harga minyak mentah.

Militer Israel mengatakan mereka menyerang "sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran" yang digunakan "untuk mengoperasikan infrastruktur militer".

Militer Israel juga melancarkan gelombang serangan baru di seluruh Teheran pada Minggu, setelah melakukan serangan presisi yang menargetkan komandan kunci di Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri Garda Revolusi Iran, di sebuah hotel di daerah pusat Beirut yang populer di kalangan wisatawan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersumpah untuk melanjutkan perang melawan Iran "dengan segenap kekuatan kami". Israel juga berencana untuk melenyapkan kepemimpinan negara itu setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu, yang memicu konflik regional.

Halaman 2 dari 2
(yld/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini