Negara-negara Teluk melaporkan serangan rudal dan drone terbaru pada hari Minggu. Kuwait, Arab Saudi, Qatar melaporkan adanya serangan baru dari Iran yang menyasar bandara Kuwait, kawasan diplomatik di Arab Saudi hingga Qatar.
Dilansir AFP dan Aljazeera, Minggu (8/3/2026), sejumlah negara teluk mengaku berhasil mencegah serangan Iran tersebut. Sementara Iran bersumpah untuk terus melanjutkan serangan terhadap negara-negara tetangga saat perang regional memasuki minggu kedua.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait semuanya melaporkan serangan baru, setelah ledakan keras terdengar di Dubai dan Manama, Bahrain pada sehari sebelumnya.
Serangan di Kuwait
Otoritas Kuwait melaporkan tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone. Petugas pemadam kebakaran telah berhasil mengendalikan api yang berkobar di tangki bahan bakar bandara Kuwait.
Sementara itu kantor berita Kuwait melaporkan tidak ada cedera serius akibat serangan itu. Militer menyebut serangan drone itu sebagai "penargetan langsung terhadap infrastruktur vital".
Perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah sebagai tindakan pencegahan. Sementara itu, Militer Kuwait juga telah mencegat dan menghancurkan beberapa serangan drone dan 3 rudal balistik.
Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri Kuwait juga melaporkan dua personel keamanan perbatasan tewas saat bertugas. Namun pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut penyebab kematian kedua personel keamanan tersebut, tidak jelas apakah kematian mereka merupakan akibat dari serangan Iran atau tidak.
Pada pernyataan terpisah, otoritas Kuwait mengatakan "beberapa fasilitas sipil mengalami kerusakan material akibat pecahan dan puing-puing yang jatuh dari operasi pencegatan". Selain itu kebakaran juga melanda gedung utama Lembaga Publik untuk Jaminan Sosial, petugas pemadam kebakaran juga berupaya memadamkan api.
Serangan ke Arab Saudi
Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga melaporkan telah mencegat dan menghancurkan 15 drone yang memasuki wilayah udara kerajaan, termasuk upaya serangan di kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh.
Selain itu, Saudi juga telah menggagalkan serangan lain dengan menembak jatuh tiga drone lagi di dekat Riyadh, tindakan yang terjadi beberapa jam setelah otoritas Saudi menggagalkan serangan drone di kawasan diplomatik Riyadh.
Serangan-serangan itu terjadi meskipun presiden Iran telah meminta maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa negara-negara Teluk tidak akan lagi menjadi sasaran kecuali serangan diluncurkan dari wilayah mereka terlebih dahulu.
Serangan ke UEA-Qatar
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan telah mencegat "ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran". Sementara Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan sirene serangan udara telah diaktifkan.
Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Qatar juga mengatakan negaranya menjadi sasaran 10 rudal balistik dan dua rudal jelajah yang ditembakkan dari Iran sehari sebelumnya. Namun sebagian besar berhasil dicegat dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun beberapa jam kemudian, kepala kehakiman Iran mengatakan serangan akan terus berlanjut di lokasi-lokasi di negara-negara Teluk yang "berada di bawah kendali musuh".
Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengatakan dalam pidato yang jarang disiarkan televisi bahwa Emirat berada dalam "periode perang" dan "akan muncul lebih kuat" darinya.
Sementara Otoritas Dubai mengatakan, pada Sabtu seorang warga negara Pakistan telah tewas akibat puing-puing dari "pencegatan udara".
Simak juga Video 'Trump Pede Betul Militer Iran Sudah Hancur Lebur':











































