Torpedo dari Bawah Laut Bikin Kapal Perang Iran Karam

Torpedo dari Bawah Laut Bikin Kapal Perang Iran Karam

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Mar 2026 04:37 WIB
This frame grab from a video released by the US Department of Defense on March 4, 2026, shows what the Department of Defense says is periscope footage of a US Navy submarine firing on and sinking an Iranian warship in the Indian Ocean. A US submarine
Tangkapan layar dari video yang dirilis AS menunjukkan momen serangan torpedo menghantam kapal perang Iran di Samudra Hindia. (Foto: AFP PHOTO/US DEPARTMENT OF DEFENSE/HANDOUT)
Jakarta -

Kapal selam Amerika Serikat (AS) menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Puluhan orang tewas akibat serangan torpedo bawah laut itu.

"Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo," ujar Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, dikutip BBC Indonesia, Kamis (5/3/2026).

Hegseth tidak menyebut nama kapal Iran yang diserang. Namun sebelumnya Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa kapal peran Iran IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia. Sekitar 140 orang di dalamnya dinyatakan hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang," kata Hegseth.

"Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya," sambung dia.

ADVERTISEMENT

87 Tentara Iran Tewas

Sedikitnya 87 tentara Iran tewas, dengan 61 tentara lainnya masih hilang. Sekitar 32 tentara Iran lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, dengan sebagian besar mengalami luka-luka.

Tenggelamnya kapal perang Iran ini terjadi saat perang yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan terus meluas di kawasan Timur Tengah. Angkatan Laut Sri Lanka, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), telah mengevakuasi sedikitnya 87 jenazah tentara Iran dari kapal perang yang dtenggelamkan oleh torpedo AS tersebut.

"Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang," kata seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka, yang tidak disebut namanya, kepada AFP.

Juru bicara kepolisian setempat dan Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan bahwa sedikitnya 61 tentara Iran masih hilang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sri Lanka, Vijitha Herath, secara terpisah mengumumkan pasukan Sri Lanka menyelamatkan 32 tentara Iran dari kapal perang jenis kapal fregat yang tenggelam tersebut. Mereka yang diselamatkan kini sedang mendapatkan perawatan medis di sebuah rumah sakit di kota Galle.

Seorang fotografer AFP di Sri Lanka melaporkan puluhan jenazah, yang diduga tentara-tentara Iran yang tewas, dibawa masuk ke rumah sakit setempat pada Rabu (4/3) malam.

Kapal Perang Iran Menuju Sri Lanka

Pergerakan kapal perang kedua Iran ke dekat Sri Lanka itu, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), diumumkan oleh Menteri Media Sri Lanka, Nalinda Jayatissa. Dia mengatakan kepada parlemen Sri Lanka bahwa kapal perang kedua Iran berada tepat di luar perairan Sri Lanka.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Nama kapal perang kedua Iran itu tidak disebutkan oleh Jayatissa.

Sejumlah sumber resmi Sri Lanka mengatakan kapal perang Iran itu membawa lebih dari 100 awak dan dikhawatirkan dapat menjadi target serangan serupa yang menenggelamkan IRIS Dena pada Rabu (4/3) waktu setempat.

Otoritas kota pelabuhan Galle, Sri Lanka bagian selatan, sedang melakukan persiapan pada Kamis (5/3) untuk menyerahkan jenazah 87 pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo AS. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan kepada AFP bahwa pasukannya melanjutkan pencarian terhadap sekitar 61 pelaut Iran yang masih hilang usai serangan itu.

Sri Lanka menegaskan mereka tetap netral dan berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Ancaman Iran ke AS

Iran memberikan tanggapan atas tenggelamnya salah satu kapal perang mereka oleh serangan torpedo yang diluncurkan kapal selam Amerika Serikat (AS) di Samudra Hindia. Ditegaskan Teheran bahwa Washington akan 'sangat menyesali' tindakannya itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), menuduh AS melakukan kekejaman dengan menenggelamkan kapal Angkatan Laut Iran di lepas pantai Sri Lanka. Araghchi menyebut serangan AS itu dilancarkan di perairan internasional tanpa adanya peringatan. Dia memperingatkan soal preseden yang telah ditetapkan AS dengan serangannya terhadap kapal perang Iran tersebut.

"AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran. Kapal fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, dihantam di perairan internasional tanpa peringatan," kecam Araghchi dalam pernyataan via media sosial X.

"Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah ditetapkannya," tegas Menlu Iran tersebut.

Halaman 2 dari 2
(idn/idn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads