IRIS Dena Ditenggelamkan AS, Kapal Perang Iran Lainnya Bergegas ke Sri Lanka

IRIS Dena Ditenggelamkan AS, Kapal Perang Iran Lainnya Bergegas ke Sri Lanka

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Mar 2026 16:46 WIB
Ilustrasi -- Kapal perang Iran (dok. Iranian Army via AP)
Ilustrasi -- Kapal perang Iran (dok. Iranian Army via AP)
Kolombo -

Sebuah kapal perang Iran lainnya dilaporkan sedang berlayar ke perairan teritorial Sri Lanka pada Kamis (5/3) waktu setempat. Aktivitas ini terdeteksi sehari setelah sebuah kapal perang Iran, IRIS Dena, ditenggelamkan oleh serangan torpedo yang diluncurkan kapal selam Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Sri Lanka.

Sedikitnya 87 pelaut tewas dan 61 pelaut lainnya hilang dalam insiden tersebut. Sekitar 32 pelaut lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.

Pergerakan kapal perang kedua Iran ke dekat Sri Lanka itu, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), diumumkan oleh Menteri Media Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, saat berbicara kepada parlemen negara tersebut pada Kamis (5/3) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jayatissa mengatakan kepada parlemen Sri Lanka bahwa kapal perang kedua Iran berada tepat di luar perairan Sri Lanka. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Nama kapal perang kedua Iran itu tidak disebutkan oleh Jayatissa.

Sejumlah sumber resmi Sri Lanka mengatakan bahwa kapal perang Iran itu membawa lebih dari 100 awak dan dikhawatirkan dapat menjadi target serangan serupa yang menenggelamkan IRIS Dena pada Rabu (4/3) waktu setempat.

Penenggelaman kapal perang Iran itu terjadi ketika perang yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Teheran terus menyebar di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Sementara itu, otoritas kota pelabuhan Galle, Sri Lanka bagian selatan, sedang melakukan persiapan pada Kamis (5/3) untuk menyerahkan jenazah 87 pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo AS.

Para pejabat rumah sakit utama di Galle mengatakan bahwa 32 pelaut Iran yang diselamatkan masih menjalani perawatan medis di bawah pengamanan ketat kepolisian dan komando elite Sri Lanka. Kebanyakan dari mereka mengalami luka ringan, namun ada yang mengalami patah tulang dan luka bakar.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan kepada AFP bahwa pasukannya melanjutkan pencarian terhadap sekitar 61 pelaut Iran yang masih hilang usai serangan itu.

Sri Lanka menegaskan mereka tetap netral dan berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengumumkan bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di Samudra Hindia, tepatnya di lepas pantai Sri Lanka, dengan torpedo. Hegseth menyebut serangan itu sebagai "kematian senyap".

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, dalam tanggapannya menuduh AS telah melakukan kekejaman dan memperingatkan bahwa AS akan "sangat menyesali" tindakannya itu. Dia menyebut serangan AS itu dilancarkan di perairan internasional tanpa adanya peringatan.

"Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah ditetapkannya," tegas Menlu Iran tersebut.

Lihat juga Video: Penampakan Kapal Induk Terbesar AS Merapat ke Timur Tengah, Bakal Gempur Iran?

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait