Sebuah kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3) waktu setempat setelah diserang oleh torpedo yang diluncurkan kapal selam Amerika Serikat (AS). Iran memberikan reaksi keras dengan menegaskan AS akan "sangat menyesali" tindakannya itu.
Sedikitnya 87 tentara Iran tewas, dengan 61 tentara lainnya masih hilang. Sekitar 32 tentara Iran lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, dengan sebagian besar mengalami luka-luka.
Insiden ini terjadi saat perang yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan terus meluas di kawasan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (5/3/2026):
- Bertambah Lagi, 867 Orang Tewas di Iran Akibat Serangan AS-Israel
Jumlah korban tewas akibat gelombang serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran kembali bertambah. Otoritas Teheran melaporkan lebih dari 800 orang tewas akibat pengeboman yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (5/3/2026), menyebut bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi sedikitnya 867 orang.
Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan AS dan Israel yang menghantam berbagai wilayah Iran.
- Rudal Iran Mengarah ke Wilayahnya, Turki Protes-Beri Pesan ke Teheran
Otoritas Turki memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes atas insiden rudal dari Teheran yang mengarah ke wilayah udara Turki, sebelum dihancurkan oleh pertahanan udara NATO. Otoritas Ankara pun memberikan pesan khusus agar Teheran menghindari untuk memperluas konflik.
Insiden ini terjadi saat Iran terlibat pertempuran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir pekan. Teheran melancarkan serangan balasan terhadap target-target di Israel dan terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Kementerian Pertahanan Nasional Turki sebelumnya melaporkan bahwa sebuah amunisi balistik yang ditembakkan dari Iran menuju ke wilayah udara Turki telah dicegat dan dinetralisir oleh unit pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania Timur. Turki merupakan negara anggota NATO.
- Qatar Tolak Klaim Iran Soal Serangannya Hanya Targetkan AS
Otoritas Qatar menolak klaim Iran soal serangannya di negara Teluk tersebut hanya ditujukan pada target-target Amerika Serikat (AS), bukan Doha. Ditegaskan oleh Qatar bahwa sejumlah serangan Iran menghantam area sipil dan permukiman.
Perdebatan itu, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (5/3/2026), terjadi dalam percakapan telepon antara Perdana Menteri (PM) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada Rabu (4/3) waktu setempat.
Araghchi, menurut laporan kantor berita Qatar, mengulangi klaim Iran tersebut saat berbicara via telepon dengan Sheikh Mohammed.
- Kapal Perang Iran Tenggelam Kena Torpedo AS: 87 Tentara Tewas-61 Hilang
Sebuah kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3) waktu setempat setelah diserang oleh torpedo yang diluncurkan kapal selam Amerika Serikat (AS). Sedikitnya 87 tentara Iran tewas, dengan 61 tentara lainnya masih hilang.
Sekitar 32 tentara Iran lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, dengan sebagian besar mengalami luka-luka.
Tenggelamnya kapal perang Iran ini terjadi saat perang yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan terus meluas di kawasan Timur Tengah.
- Kapal Perangnya Tenggelam Diserang Torpedo, Iran: AS Akan Sangat Menyesal!
Iran memberikan tanggapan atas tenggelamnya salah satu kapal perang mereka oleh serangan torpedo yang diluncurkan kapal selam Amerika Serikat (AS) di Samudra Hindia. Ditegaskan Teheran bahwa Washington akan "sangat menyesali" tindakannya itu.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), menuduh AS melakukan kekejaman dengan menenggelamkan kapal Angkatan Laut Iran di lepas pantai Sri Lanka.
Araghchi menyebut serangan AS itu dilancarkan di perairan internasional tanpa adanya peringatan. Dia memperingatkan soal preseden yang telah ditetapkan AS dengan serangannya terhadap kapal perang Iran tersebut.











































