Jumlah korban tewas akibat gelombang serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran kembali bertambah. Otoritas Teheran melaporkan lebih dari 800 orang tewas akibat pengeboman yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (5/3/2026), menyebut bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi sedikitnya 867 orang.
Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan AS dan Israel yang menghantam berbagai wilayah Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 5.946 korban luka, sebanyak 2.184 orang masih menerima perawatan di berbagai rumah sakit," kata Kermanpour dalam pernyataan yang dikutip kantor berita ILNA pada Rabu (4/3) waktu setempat.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) waktu setempat dan terus berlanjut hingga kini.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan kedua negara yang bersekutu itu menyerang target-target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut.
Rentetan serangan AS-Israel itu menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Teheran mengklaim bahwa setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat rentetan serangan pembalasan mereka. Namun AS sejauh ini mengonfirmasi sedikitnya enam tentaranya tewas dan beberapa personel lainnya luka-luka akibat serangan pembalasan Iran.
Komando Pusat AS, CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, melaporkan bahwa pasukan AS-Israel telah menyerang hampir 2.000 target di berbagai wilayah Iran, dengan menggunakan lebih dari 2.000 amunisi sejak operasi militer itu dimulai pada akhir pekan.
Iran, menurut laporan CENTCOM, merespons dengan serangan balasan skala besar, dengan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan mengerahkan lebih dari 2.000 drone.
Lihat juga Video: Pemakaman Massal Siswa SD Iran yang Tewas Dalam Serangan AS-Israel










































