Setidaknya dua drone yang melintasi perbatasan dari wilayah Iran, telah menghantam area bandara serta area dekat sebuah sekolah di Azerbaijan pada Kamis (5/3). Otoritas Azerbaijan memanggil utusan diplomatik Iran untuk menyampaikan protes keras, dan mengancam akan membalas serangan itu.
Serangan yang terjadi pada siang hari itu, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), melibatkan setidaknya dua drone yang mengudara dari wilayah Iran menuju ke Nakhichevan, wilayah eksklave Azerbaijan. Nakhichevan berbatasan langsung dengan Iran dan dipisahkan dari daratan utama Azerbaijan oleh Armenia.
"Satu drone jatuh di gedung terminal Bandara Nakhichevan, sementara satu drone lainnya jatuh di dekat gedung sekolah di desa Shekerabad," kata Kementerian Luar Negeri Azerbaijan dalam pernyataannya.
Kementerian Luar Negeri Azerbaijan juga menyebut bahwa serangan drone itu memicu kerusakan pada bandara tersebut dan melukai dua warga sipil.
Insiden ini terjadi saat Iran melancarkan rentetan serangan pembalasan atas gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayahnya sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Teheran menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS.
Sebagai respons atas serangan drone itu, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan memanggil utusan diplomatik Iran di Baku untuk menyampaikan "protes keras".
Ditegaskan otoritas Azerbaijan bahwa serangan semacam itu "bertentangan dengan norma dan prinsip hukum internasional dan berkontribusi pada meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut".
"Azerbaijan berhak untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai," tegas Kementerian Luar Negeri Azerbaijan.
(nvc/idh)