Arab Saudi Emosi, Bersiap Balas Iran

Arab Saudi Emosi, Bersiap Balas Iran

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 04 Mar 2026 20:05 WIB
Arab Saudi Emosi, Bersiap Balas Iran
Bendera Arab Saudi. (AFP/OZAN KOSE)
Riyadh -

Arab Saudi emosi usai Iran meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas terkait Amerika Serikat (AS) di wilayahnya. Saudi bersiap membalas Iran.

Dirangkum detikcom, Rabu (4/3/2026), Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman telah menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Januari lalu. Saat itu, MBS menegaskan tak akan mengizinkan serangan ke Iran dilakukan dari wilayahnya.

Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran pun meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara Teluk. Salah satu negara yang terdampak serangan balasan Iran itu ialah Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

Ledakan terdengar di Riyadh pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Kerajaan Arab Saudi kemudian menyatakan kecaman sekeras-kerasnya terhadap serangan Iran itu. Saudi menyebut serangan itu telah berhasil dicegat.

"Serangan-serangan ini tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun atau dengan cara apa pun, dan serangan tersebut terjadi meskipun pihak berwenang Iran mengetahui bahwa Kerajaan telah menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk menargetkan Iran," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Meski diprotes Saudi, Iran tetap melanjutkan serangan balasan ke fasilitas terkait AS. Pada Selasa (3/3), serangan drone Iran menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Saudi.

Serangan Iran juga menghantam markas CIA di Riyadh. Tak ada laporan korban jiwa akibat serangan-serangan Iran di Saudi.

Arab Saudi Bersiap Balas Iran

Terbaru, Pemerintah Arab Saudi memperingatkan pihaknya memiliki 'hak penuh' untuk merespons serangan-serangan Iran yang menghantam Riyadh dan wilayah-wilayah lainnya di negara tersebut. Saudi menyebut rentetan serangan Iran itu sebagai serangan 'terang-terangan dan pengecut'.

Peringatan Saudi itu, seperti dilansir Arab News, Rabu (4/3/2026), disampaikan dalam sesi rapat kabinet, pada Selasa (3/3) malam. Rapat itu dipimpin oleh putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga menjabat Perdana Menteri (PM) Saudi, via video conference.

"Kerajaan menegaskan kembali hak penuh untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan, integritas wilayah, warga negara, penduduk, dan kepentingan-kepentingan vitalnya, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut," demikian seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA).

Dalam sesi kabinet tersebut, otoritas Saudi juga menegaskan solidaritas untuk negara-negara tetangga yang menjadi target serangan balasan Iran ke fasilitas AS. Hal itu menandakan front persatuan melawan ancaman regional.

"Menegaskan kembali solidaritas penuh Arab Saudi dengan negara-negara sahabat yang wilayahnya menjadi sasaran agresi Iran yang terang-terangan," ujar SPA.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengumumkan pertahanan udara negara mampu mencegat sejumlah ancaman. Namun, Kedutaan Besar AS mengalami 'kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil'.

Al-Malki mengumumkan lebih lanjut bahwa pasukan Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan delapan drone lainnya yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa (3/3) pagi. Kementerian Luar Negeri Saudi, dalam pernyataan terpisah, menyebut serangan terhadap kedutaan besar itu telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949 dan Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik.

"Perilaku Iran yang berulang secara mencolok ini akan mendorong kawasan menuju eskalasi lebih lanjut," kata Kementerian Luar Negeri Saudi memperingatkan.

Halaman 2 dari 3
(haf/rfs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads