Perang di Timur Tengah memasuki hari kelima. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Rabu (4/3) bahwa mereka telah meluncurkan sekitar 40 rudal ke target-target Amerika Serikat dan Israel.
"Beberapa jam yang lalu, gelombang ke-17 operasi "Honest Promise 4" dilakukan dengan peluncuran 40 rudal oleh pasukan udara Korps Garda Revolusi Islam, menuju target-target Amerika dan Zionis," demikian pernyataan IRGC yang dibacakan di televisi pemerintah, dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3/2026). Tidak disebutkan detail lebih lanjut mengenai serangan tersebut.
Israel dan AS telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) lalu, yang memicu pembalasan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Senin (2/3) lalu, bahwa perang AS-Israel dengan Iran mungkin akan memakan waktu "beberapa saat". Namun, tidak akan memakan waktu bertahun-tahun.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat-pejabat senior lainnya telah memperingatkan bahwa konflik Iran akan mengakibatkan lebih banyak kematian militer AS karena Teheran membalas serangan AS dan Israel.
Komando Pusat AS, CENTCOM mengatakan pada hari Selasa, bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone dalam serangan balasannya di seluruh Timur Tengah sejauh ini.
Risiko terhadap pasukan AS di Timur Tengah dibahas selama pengarahan tertutup kepada anggota parlemen AS pada hari Selasa (3/3) waktu setempat oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth, ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
"Mereka memberi tahu kami di ruangan itu bahwa akan ada lebih banyak orang Amerika yang akan mati - bahwa mereka tidak akan mampu menghentikan drone-drone ini," kata Senator Chris Murphy, seorang Demokrat.
Simak juga Video: Alasan Iran juga Serang Bahrain-Kuwait-UEA: Yang Kami Lawan AS











































