Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 17:31 WIB
Tentara AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait (dok. Reuters)
Tentara AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait (dok. Reuters)
Teheran -

Militer Iran mengumumkan bahwa pasukannya menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Kuwait dalam serangan terbaru pada Senin (2/3). Kapal-kapal militer AS yang ada di Samudra Hindia juga menjadi target serangan Teheran.

"Unit-unit rudal dari pasukan darat dan angkatan laut militer yang beroperasi dari berbagai lokasi menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem milik AS di Kuwait serta kapal-kapal musuh di Samudra Hindia bagian utara selama beberapa jam terakhir," kata militer Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).

Disebutkan juga bahwa "15 rudal jelajah" digunakan dalam serangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran melancarkan rentetan serangan pembalasan terhadap negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS, setelah dibombardir Washington dan Israel pada Sabtu (28/2).

ADVERTISEMENT

Kuwait menjadi salah satunya, dengan sebanyak 13.500 tentara AS diperkirakan ditempatkan di negara tersebut. Pangkalan Ali Al Salem yang diserang Iran itu merupakan pangkalan utama AS di negara tersebut.

Pernyataan militer Iran soal serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait ini disampaikan setelah rentetan ledakan kembali terdengar di berbagai kota yang ada di negara-negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain dan Kuwait, pada Senin (2/3) waktu setempat.

Serangan Teheran ke negara-negara Teluk ini telah memasuki hari ketiga sebagai respons terhadap serangan udara besar-besaran AS dan Israel.

Sejumlah wartawan AFP dan para saksi mata mengatakan mereka mendengar beberapa ledakan keras di area Abu Dhabi dan Dubai yang ada di UEA, kemudian juga di Doha, Qatar, lalu Manama di Bahrain dan Kuwait City di Kuwait.

Pengeboman berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh Iran terhadap negara-negara Teluk telah mengguncang kawasan yang selama ini dianggap sebagai tempat perlindungan perdamaian dan keamanan di tengah pergolakan Timur Tengah.

Pada hari yang sama, sebuah jet tempur diduga jenis F-15 milik AS dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait. Penyebab jatuhnya jet tempur F-15 itu belum diketahui jelas.

Namun laporan awal menyebutkan bahwa jet tempur itu kemungkinan menjadi korban friendly fire, atau tembakan salah sasaran, setelah diserang oleh sistem pertahanan udara Patriot yang ada di wilayah Kuwait.

Simak Video 'Harga Minyak Melonjak!':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads