Arab Saudi telah mencegat dua drone yang menargetkan kilang minyak raksasa, Ras Tanura di bagian timur negara itu. Ini terjadi seiring memanasnya situasi di Timur Tengah usai serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dilansir media Al Arabiya, Senin (2/3/2026), juru Bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Turki al-Maliki mengatakan bahwa puing-puing yang jatuh dari drone-drone yang dicegat itu menyebabkan kebakaran "terbatas". Namun, dia memastikan bahwa tidak ada warga sipil yang terluka.
Ras Tanura adalah salah satu fasilitas penyulingan dan ekspor minyak terbesar di dunia.
Sebagai tanggapan atas serangan Israel dan AS terhadap Iran sejak Sabtu lalu, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal tanpa pandang bulu di berbagai negara di Timur Tengah dan Teluk, termasuk Arab Saudi.
Kerajaan Saudi mengutuk serangan terhadap wilayahnya dan negara-negara Teluk tersebut, dan menekankan bahwa mereka berhak untuk membela diri dan mungkin melakukan pembalasan.
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengeluarkan pernyataan bersama usai mengadakan pertemuan melalui tautan video pada hari Minggu (1/3) waktu setempat untuk merumuskan respons terpadu.
Para menteri luar negeri dari enam negara GCC -- Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait, yang semuanya telah mengalami serangan balasan Iran -- "meninjau kerusakan luas yang diakibatkan oleh serangan Iran yang berbahaya" dan membahas langkah-langkah untuk memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.
(ita/ita)